Tiga Dekade Berdiri, Toko Buku Bekas Muslim Bertahan di Tengah Gempuran Toko Online
- 13 Jul 2026 07:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Toko buku bekas Muslim di Jalan Cik Agung Kimas, Palembang telah beroperasi sejak 1990 dengan jam operasional 08.00-17.00 WIB menjual buku dengan harga Rp5.000-Rp40.000 per eksemplar.
- Pemilik toko menghadapi tantangan dari perubahan kurikulum dan maraknya penjualan melalui platform online yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung, dari rata-rata 5-10 buku per hari menjadi 20-25 buku saat tahun ajaran baru.
- Meskipun menghadapi persaingan e-commerce, toko masih memiliki pelanggan setia yang lebih memilih berbelanja langsung karena harga lebih terjangkau dan tersedia buku-buku lama yang sulit ditemukan di toko buku modern.
RRI.CO.ID, Palembang - Toko buku bekas milik Muslim (66) di Jalan Cik Agung Kimas No.106, Bukit Kecil, Palembang, masih bertahan di tengah pesatnya perkembangan penjualan buku secara daring. Toko yang berdiri sejak 1990 di samping Masjid Agung Palembang itu tetap menjadi tujuan pelajar dan mahasiswa yang mencari buku dengan harga terjangkau.
Toko tersebut beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Beragam buku pelajaran, novel, komik, hingga buku cerita dijual dengan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp40.000 per eksemplar, jauh lebih murah dibandingkan harga buku baru yang dapat mencapai sekitar Rp97.000.
Muslim mengaku usahanya menghadapi berbagai tantangan. Selain perubahan kurikulum yang membuat stok buku bekas tidak selalu sesuai dengan kebutuhan pembeli, maraknya penjualan melalui platform online juga berdampak pada menurunnya jumlah pengunjung.
Menurutnya, dalam kondisi normal ia hanya mampu menjual sekitar lima hingga 10 buku per hari. Namun, ketika permintaan meningkat seperti saat ini (tahun ajaran baru), penjualannya dapat mencapai 20 hingga 25 buku per hari.
"Pengaruh online itu merusak pasaran di mana-mana," ujar Muslim, Minggu 12 Juli 2026. Menurutnya, persaingan harga dengan toko daring membuat penjualan buku bekas semakin sulit dipertahankan.
Toko buku bekas tersebut masih memiliki pelanggan setia yang lebih memilih datang langsung untuk mencari buku. Selain harga yang lebih terjangkau, pembeli juga dapat menemukan berbagai judul lama yang sudah sulit diperoleh di toko buku modern.

Salah seorang pengunjung, Liya (20), warga Bukit, mengaku lebih memilih membeli buku bekas dibandingkan berbelanja secara online. Menurutnya, harga buku di toko tersebut lebih hemat dan pilihan judulnya juga cukup beragam.
"Harganya lebih terjangkau daripada di toko online," kata Liya. Ia menambahkan keberadaan buku-buku lama yang masih tersedia menjadi alasan lain dirinya tetap berbelanja di toko tersebut.
Muslim berharap usahanya dapat terus bertahan di tengah persaingan dengan penjualan online. Ia juga berharap minat baca masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, terus meningkat melalui buku cerita, komik, buku pelajaran, maupun novel yang masih tersedia di tokonya.
Penulis: Alya Zahira Zaldi, Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang.
| Baca juga: Tips Meningkatkan Minat Baca sejak Dini |
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....