Narkoba Incar Pelajar, BNNP Sumsel Soroti Maraknya “Sinte” di Kalangan Remaja

  • 22 Apr 2026 17:32 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan mencatat penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda usia 15–24 tahun masih menjadi tantangan serius sepanjang 2025 hingga awal 2026. Meski tren kasus menurun 8 persen dibanding tahun sebelumnya, angka keterlibatan pelajar dan mahasiswa tetap tinggi.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Sumatera Selatan, Hasyti Kurniaty, pada saat Dialog Program Suara Anti Narkoba, Korupsi, dan Judi (Sanksi) di PRO 1 RRI Palembang, Rabu, 22 April 2026 mengungkapkan fakta mengkhawatirkan berdasarkan data lapangan, bahwa penyalahgunaan narkotika kini telah menjangkau kalangan pelajar tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

“Memang data dari lapangan, anak SMP itu sudah banyak yang menggunakan narkotika” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasyti menyoroti tren penggunaan narkotika jenis sintetis atau yang dikenal sebagai “sinte” di kalangan remaja. “Anak-anak muda sekarang banyak mengonsumsi sinte,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa zat tersebut memiliki efek yang kurang lebih serupa dengan ganja. “Efek dari sinte itu kurang lebih sama dengan ganja,” tambahnya.

Menurut Hasyti, salah satu faktor yang membuat sinte semakin marak adalah harganya yang terjangkau. “Harga sinte ini murah, bahkan setara dengan uang jajan anak sekolah, itu yang kita khawatirkan saat ini,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pola peredaran narkoba kini banyak memanfaatkan teknologi digital. “Peredaran narkoba sekarang ini biasanya lewat online,” jelas Hasyti, seraya mengingatkan bahwa hal ini membuat pengawasan menjadi lebih kompleks.

Dalam upaya pencegahan, BNNP Sumsel secara aktif melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah serta menjalin koordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat kota maupun provinsi. “Kami sebagai penyuluh sering turun ke sekolah-sekolah dan juga berkomunikasi dengan dinas pendidikan, baik kota maupun provinsi,” ungkapnya.

BNNP Sumsel mengimbau masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba lewat call center 184 atau aplikasi SIDIK. Identitas pelapor dijamin aman.

Dengan kolaborasi BNNP, sekolah, kampus, keluarga, dan tokoh masyarakat, Sumsel menargetkan penurunan prevalensi penyalahgunaan narkoba generasi muda di bawah 1,5 persen pada 2027.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....