Banyuasin Waspada Karhutla Hadapi Musim Kemarau
- 22 Apr 2026 06:56 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Ancaman kebakaran hutan dan lahan meningkat seiring prediksi musim kemarau panjang dan kering tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuasin memperkuat kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi bencana asap.
Prediksi tersebut mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait pengaruh fenomena El Nino. Kondisi ini menyebabkan suhu udara lebih panas dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin Reza Agus Perdana menyatakan potensi kekeringan tetap perlu diantisipasi sejak dini. Hal ini meski El Nino masih berada pada kategori lemah hingga moderat.
"Potensi karhutla cukup besar sehingga perlu kewaspadaan bersama," ujarnya, di Pangkalan Balai, Selasa, 21 April 2026.
Menurutnya, perubahan cuaca dari La Nina ke El Nino berdampak pada penurunan curah hujan. Kondisi tersebut membuat wilayah Banyuasin diperkirakan mengalami musim yang lebih kering.
BPBD Banyuasin telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana. Salah satunya melalui koordinasi dengan TNI, Polri, dan instansi terkait.
Rapat koordinasi rutin digelar untuk menyusun strategi penanganan karhutla secara terpadu. Langkah ini bertujuan memperkuat kesiapan lintas sektor.
Selain itu, BPBD berencana mengumpulkan perusahaan perkebunan untuk membahas pencegahan kebakaran. Wilayah perkebunan dinilai menjadi titik rawan yang perlu perhatian khusus.
Pemerintah daerah juga meningkatkan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk memperkuat patroli lapangan. Pemantauan dilakukan secara berkala menjelang puncak musim kemarau.
Musim kemarau diperkirakan mulai terasa pada akhir Mei hingga awal Juni. Intensitas hujan akan menurun sebelum kembali meningkat pada Oktober meski tidak signifikan.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah akan menetapkan status siaga bencana asap karhutla. Penetapan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak.
"Status siaga akan segera ditetapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan," tuturnya.
BPBD juga merencanakan pelaksanaan apel siaga untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan. Selain itu, posko terpadu akan tetap diaktifkan untuk mendukung koordinasi lapangan.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mengawasi pembakaran sampah. Petani juga diminta mengantisipasi dampak kekeringan terhadap hasil pertanian.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap potensi bencana dapat diminimalkan. Kewaspadaan bersama menjadi kunci menghadapi musim kemarau tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....