Sistem Drainase di Sukajadi Diperiksa, Isinya Penuh Sampah

  • 20 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Camat Talang Kelapa meninjau langsung kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal serta tumpukan sampah di Kelurahan Sukajadi Timur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan genangan air hingga banjir.

Peninjauan dilakukan di sepanjang Jalan Pangkalan Benteng hingga Perumahan Mega Asri II, RW 10 RT 49 dan RT 52. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah titik saluran air yang mengalami penyumbatan.

Camat Talang Kelapa, Salinan, menyebut kondisi drainase yang tersumbat diperparah oleh tumpukan sampah liar di sepanjang jalan. Hal ini menghambat aliran air secara signifikan.

Akibatnya, saat curah hujan meningkat, air berpotensi meluap dan menggenangi permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan.

Selain penyumbatan, sebagian saluran juga terlihat tidak terawat dan dipenuhi material yang menghambat aliran air. Hal ini memperbesar risiko terjadinya genangan dalam waktu lama.

Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik semakin memperburuk kondisi lingkungan. Selain mengganggu estetika, juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.

"Drainase harus berfungsi baik agar tidak terjadi genangan dan banjir," ujar Salinan, Senin, 20 April 2026.

Sebagai langkah awal penanganan, pemerintah kecamatan merencanakan kegiatan gotong royong bersama. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat dan pihak terkait.

Gotong royong dijadwalkan pada Selasa, 21 April 2026 dengan fokus pembersihan saluran air dan pengangkutan sampah. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar aliran drainase.

Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran bersama dinilai penting dalam menjaga lingkungan tetap bersih.

Penanganan drainase dan sampah menjadi prioritas untuk mencegah dampak yang lebih besar. Terutama dalam menghadapi potensi hujan dengan intensitas tinggi.

Melalui langkah ini, diharapkan risiko genangan hingga banjir dapat diminimalkan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....