Perubahan Iklim Picu Cuaca Tak Menentu di Sumsel
- 11 Jun 2026 17:48 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Perubahan iklim mulai menunjukkan dampaknya di Sumatera Selatan melalui cuaca yang semakin sulit diprediksi. Masyarakat kini menghadapi perubahan suhu udara dan pola hujan yang tidak menentu.
Fenomena tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena berpotensi memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dampaknya mulai dirasakan pada lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan Nandang Pangaribowo mengatakan pola hujan mengalami perubahan. Kondisi itu membuat masa peralihan musim semakin sulit diperkirakan.
Nandang menyampaikan perubahan tersebut dalam dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang pada Selasa, 9 Juni 2026. Ia menilai kondisi cuaca saat ini berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.
“Pola hujan mulai berubah dan masa transisi musim terasa tidak menentu,” ujarnya. Menurutnya, perubahan itu menjadi salah satu indikator terjadinya gangguan iklim.
Ia menjelaskan hujan kini dapat turun secara tiba-tiba dalam waktu singkat. Intensitas hujan yang tinggi juga berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah.
Perubahan cuaca tersebut menuntut masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Wilayah dengan sistem drainase terbatas dinilai lebih rentan mengalami genangan.
Di sisi lain, persoalan lingkungan turut menjadi sorotan dalam pembahasan perubahan iklim. Aktivitas yang mengurangi tutupan hutan dinilai memperburuk kondisi lingkungan.
Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Sumatera Selatan Galang Suganda menilai deforestasi masih menjadi masalah serius. Menurutnya, alih fungsi hutan meningkatkan tekanan terhadap keseimbangan ekosistem.
“Deforestasi menyumbang emisi gas rumah kaca yang memicu pemanasan global,” ujarnya. Ia menilai kondisi tersebut mempercepat perubahan iklim di berbagai daerah.
Galang menjelaskan dampak kerusakan lingkungan tidak hanya dirasakan sektor tertentu. Pengaruhnya juga menyentuh kesehatan masyarakat dan produktivitas sektor pertanian.
Risiko bencana alam dinilai ikut meningkat ketika keseimbangan lingkungan terganggu. Karena itu, upaya pelestarian alam perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan penanganan perubahan iklim membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran kolektif menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....