Pelatihan Subsektor Migas, Sekda Muba Ingatkan Relasi Bukan Jaminan Masuk Kerja
- 14 Apr 2026 17:20 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Muba - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan bahwa kompetensi individu menjadi satu-satunya kunci utama untuk menembus industri profesional saat ini. Sekretaris Daerah Muba menekankan bahwa relasi keluarga tidak lagi memiliki peran dalam proses perekrutan tenaga kerja yang kompetitif.
Sebanyak 110 putra-putri daerah mengikuti seleksi Pelatihan Subsektor Industri Minyak dan Gas (Migas) di Sekayu pada Selasa, 14 April 2026. Peserta bersaing ketat memperebutkan 40 kuota unggulan untuk menjalani pelatihan intensif di pusat pendidikan Cepu.
Sekretaris Daerah Muba, Syafaruddin, membuka secara resmi kegiatan seleksi Industri Minyak dan Gas (Migas) mewakili Bupati Toha Tohet. Syafaruddin meminta seluruh peserta mengandalkan kapasitas diri sendiri dan menjunjung tinggi kejujuran selama proses seleksi berlangsung.
Dunia kerja profesional hanya menilai kemampuan teknis dan sertifikasi yang dimiliki oleh para pelamar kerja. "Masuk dunia kerja butuh kapasitas skill, tidak bisa lagi mengandalkan bantuan 'sanak dulur', paman, atau orang tua," kata Syafaruddin.
Pemerintah terus berupaya memperluas akses pelatihan vokasi bagi masyarakat yang belum beruntung pada seleksi tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemkab Muba dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
Pembiayaan program pelatihan ke depan tidak akan hanya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Pemerintah akan mengoptimalkan dana CSR perusahaan serta bantuan APBN untuk membiayai pengembangan keterampilan pemuda lokal.
Program pelatihan migas ini menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi "Keluarga Maju" di bawah kepemimpinan Bupati Toha Tohet. Kebijakan tersebut fokus pada peningkatan taraf hidup masyarakat melalui kesiapan kerja yang matang di sektor industri.
Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, memastikan pemerintah menanggung seluruh biaya seleksi hingga akomodasi peserta di Cepu. Kerja sama dengan PPSDM Migas Cepu bertujuan mencetak tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kompetensi nasional.
Peserta yang dinyatakan lulus akan berangkat menuju Jawa Tengah pada 2 Mei 2026 mendatang. Mereka akan mendalami bidang K3 Migas dan Juru Ikat Beban (Rigger) demi memenuhi kebutuhan pasar kerja global.
Sinergi antara pemerintah dan institusi pelatihan ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di wilayah Musi Banyuasin. Pemuda Muba kini memiliki peluang besar untuk menjadi pelaku utama dalam industri migas di tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....