Sumsel Tetapkan KLB Campak, Warga Diminta Waspada
- 13 Apr 2026 12:06 WIB
- Palembang
RRI.CO.id, Palembang - Lonjakan kasus campak di Sumatera Selatan mendorong pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa. Peningkatan signifikan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota dalam beberapa waktu terakhir.
Penetapan KLB dilakukan setelah kasus meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Kondisi ini telah memenuhi kriteria KLB sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan.
Pembahasan penanganan campak disampaikan dalam Dialog Palembang Menyapa di Palembang, Senin 13 April 2026, yang menghadirkan tenaga medis dan Dinas Kesehatan. Kegiatan ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUP Muhammad Hoesin Palembang, Harun Hudari, menjelaskan campak merupakan penyakit virus yang mudah menular melalui udara. Penularan terjadi dari batuk dan bersin penderita.
“Campak ini adalah penyakit virus yang penularannya melalui udara dan dapat menimbulkan ruam pada kulit,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan dini.
Ia menyebut penyakit ini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa dengan daya tahan tubuh lemah. Risiko penularan tetap tinggi tanpa perlindungan imun yang cukup.
“Memang banyak terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terkena jika imunitas lemah,” tuturnya. Ia menegaskan tidak ada batasan usia.
Menurutnya, gejala awal campak meliputi demam, batuk, dan tubuh lemah sebelum muncul ruam merah pada kulit. Bintik merah biasanya muncul beberapa hari setelah infeksi.
“Kalau ada gejala, segera periksa ke rumah sakit agar bisa ditangani lebih cepat,” katanya. Ia mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Darsono, menjelaskan penetapan kasus dilakukan berdasarkan kriteria medis tertentu. Setiap kasus terkonfirmasi harus segera ditindaklanjuti.
“Bahkan satu kasus terkonfirmasi sudah harus ditangani cepat untuk mencegah penyebaran,” ujarnya. Ia menyebut kasus telah ditemukan di Palembang.
Dinas Kesehatan mengaktifkan posko KLB serta melakukan pelacakan kontak dan imunisasi massal. Langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran di wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau melengkapi imunisasi MR melalui posyandu atau puskesmas terdekat. Gejala seperti demam tinggi, batuk, dan ruam perlu segera diwaspadai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....