Forum Lintas Cahaya Sejahtera Dorong Pemberdayaan Warga Sumsel
- 12 Apr 2026 07:22 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, PALEMBANG — Forum Lintas Cahaya Sejahtera memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat di Sumatera Selatan melalui kolaborasi sosial, pendidikan, dan kesehatan mental. Komitmen ini disampaikan dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pendiri Forum Lintas Cahaya Sejahtera, Yunita Theresianam, mengatakan organisasinya dibentuk untuk menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat. Forum itu resmi berdiri pada 1 September 2025 dan bergerak secara nonprofit dengan menyasar kelompok rentan hingga masyarakat pinggiran kota.,
“Kami membentuk suatu perkumpulan ini untuk bergerak secara positif, kemanusiaan, dan sosial,” ujar Yunita. Menurutnya, forum tersebut hadir sebagai wadah kolaborasi untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Ia menjelaskan, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, media, swasta, dan masyarakat. Model itu dipilih agar solusi yang dibangun tidak berjalan sendiri-sendiri.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah layanan coaching dan pemetaan potensi bagi anak binaan Lapas Anak Kelas I Pakjo Palembang. Program ini membantu anak-anak mengenali minat, bakat, dan arah masa depan mereka.
Anggota Forum Lintas Cahaya Sejahtera, Unita Magdalena, mengatakan, pendampingan itu menjadi bentuk nyata pemberdayaan. Anak-anak binaan didorong agar tetap memiliki harapan dan kesiapan hidup setelah keluar dari lembaga pembinaan.
“Kami seminggu sekali tiap hari Selasa turun ke sana,” kata Unita. Ia menyebut pendekatan coaching membuat anak-anak lebih sadar terhadap potensi diri dan peluang hidup mereka.
Tak hanya menyasar anak binaan, forum ini juga bergerak di lingkungan rumah tahfiz dan wilayah pinggiran Palembang. Mereka menemukan persoalan sosial seperti buta aksara pada anak usia sekolah yang membutuhkan penanganan segera.
Melihat kondisi itu, Forum Lintas Cahaya Sejahtera menggandeng kampus dan tenaga pendidik untuk ikut turun tangan. Kolaborasi itu diarahkan agar mahasiswa praktik mengajar dapat membantu anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Selain pendidikan dasar, forum ini juga menjalankan gerakan sedekah ilmu untuk memperluas akses pembelajaran masyarakat. Program tersebut membuka ruang bagi siapa pun untuk berbagi keterampilan dan pengetahuan sesuai bidang masing-masing.
“Apa yang kita lihat, ayo sama-sama kita selesaikan,” tegas Unita. Ia menilai pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan lewat bantuan, tetapi juga melalui transfer ilmu dan penguatan kapasitas warga.
Yunita menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin terlibat. Menurutnya, semakin banyak pihak yang bergerak bersama, semakin besar pula dampak pemberdayaan yang bisa dirasakan warga Sumsel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....