Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Anjasmi di Sungai Musi
- 13 Feb 2026 13:22 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Empat Lawang - Arus deras Sungai Musi menyeret seorang warga Desa Batu Lintang bernama Anjasmi Andesta (32) pada Rabu, 11 Februari 2026. Korban tenggelam saat memasang perangkap ikan bersama dua orang rekannya sekitar pukul 18.30 WIB.
Kedua rekan korban mendengar suara teriakan minta tolong dari arah tengah sungai yang gelap. Mereka segera mendatangi sumber suara tersebut namun tidak menemukan keberadaan Anjasmi di lokasi pencarian awal.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menerima informasi kecelakaan air ini pada Rabu malam pukul 21.15 WIB. Raymond langsung memerintahkan satu tim Rescue Basarnas Palembang menuju lokasi kejadian guna melakukan operasi pencarian.
Petugas segera melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk memetakan titik koordinat hilangnya korban. "Tim Rescue kita sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian intensif sejak laporan masuk," tegas Raymond saat memberikan konfirmasi.
Tim SAR Gabungan membagi kekuatan personel menjadi dua unit kerja atau Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menyisir aliran sungai sejauh 5 kilometer ke arah timur laut menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.
Personel SRU 2 bersiaga melakukan penyelaman di area yang memiliki kedalaman cukup ekstrem jika kondisi arus memungkinkan. Mereka juga menyebarkan informasi kepada warga di sepanjang pesisir sungai agar segera melaporkan temuan mencurigakan.
Raymond berharap kerja sama antarunsur ini dapat membuahkan hasil yang cepat bagi pihak keluarga. "Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera kita temukan," ungkap Raymond sebelum operasi pencarian hari kedua dimulai.
Tim gabungan akhirnya menemukan jasad korban dalam kondisi tidak bernyawa pada Jumat, 13 Februari 2026 pagi. Warga menemukan tubuh Anjasmi mengapung di pinggir sungai Desa Pulau Kemang sekitar pukul 06.50 WIB.
Posisi penemuan jenazah tersebut berjarak sekitar 4,6 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang terseret arus. Kasi Operasi Basarnas Sumsel Mancarah Wanto membenarkan bahwa jasad tersebut adalah korban yang mereka cari selama tiga hari.
Seorang warga yang sedang beraktivitas di pinggir sungai melihat tubuh korban pertama kali dalam kondisi meninggal dunia. "Ya, benar korban sudah ditemukan mengapung di pinggir sungai oleh salah seorang warga," kata Mancarah kepada wartawan.
Tim SAR Gabungan segera mengevakuasi jenazah korban dari permukaan air menuju daratan menggunakan kantong mayat. Petugas membawa jasad Anjasmi langsung ke rumah duka untuk menyerahkannya secara resmi kepada pihak keluarga besar.
Mancarah secara resmi menutup operasi pencarian setelah seluruh proses evakuasi dan identifikasi selesai dilakukan. "Operasi SAR dinyatakan selesai dan semua unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing," pungkasnya dengan penuh apresiasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....