Petaka Sungai Baung OKI, Sopir Meninggal dan Kernet Masih Hilang

  • 08 Agt 2026 13:53 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kernet dan sopir truk tenggelam di Sungai Baung, OKI, setelah jatuh dari atas tongkang TB Zavina 01 pada Jumat, 7 Agustus 2026.
  • Tim SAR Gabungan menemukan sang sopir (Sukadi) dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pagi, sementara sang kernet (Danang) masih dalam pencarian.
  • Operasi pencarian melibatkan Basarnas Palembang, TNI AL, Polair, dan masyarakat lokal dengan memperluas radius penyisiran di perairan Sungai Baung.

RRI.CO.ID, Ogan Komering Ilir - Kecerobohan saat mengambil air dari atas tongkang yang melaju memicu tragedi maut bagi dua pekerja angkutan barang di wilayah perairan Ogan Komering Ilir. Arus deras Sungai Baung langsung menyeret tubuh sang kernet yang terpeleset beserta sopirnya yang bermaksud memberikan pertolongan.

Korban Danang (17) jatuh ke sungai saat memegang ember di antara sela kendaraan di atas Tongkang TB Zavina 01 pada Jumat , 7 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB. Sukadi (60) yang menyaksikan insiden tersebut langsung melompat ke air demi menyelamatkan rekannya sebelum ia ikut hilang terseret arus.

Kantor SAR Palembang menerima laporan darurat tersebut pada Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB dari pihak pengelola kapal. Tim SAR Gabungan langsung mengerahkan armada Rigid Buoyancy Boat dan speed boat Polair menuju lokasi kejadian di Area Labuh Bukit Batu.

Petugas berhasil menemukan jasad Sukadi yang mengapung sekitar dua kilometer dari titik awal kejadian pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Tim evakuasi segera membawa jenazah korban menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani proses pemulasaraan.

Tim SAR Gabungan memfokuskan operasi hari kedua dengan memperluas radius penyisiran permukaan air sejauh tujuh mil laut. Rescuer terus menyisir setiap celah aliran Sungai Baung guna menemukan Danang yang masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menegaskan pihaknya terus mengerahkan seluruh personel secara maksimal dalam operasi pencarian ini. “Kami mengimbau seluruh masyarakat perairan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai,” ujar Raymond Konstantin.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi solid antara personel Basarnas, TNI AL, Polair, serta warga lokal. Seluruh unsur SAR terus berkoordinasi secara erat di lapangan hingga menemukan korban terakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....