Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Pangan Aman
- 06 Feb 2026 22:03 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sesuai arahan Gubernur Sumatera Selatan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa hingga Idulfitri dengan aman dan nyaman.
Ruzuan mengakui adanya kenaikan harga cabai dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menegaskan kenaikan tersebut dipengaruhi faktor cuaca dan distribusi, bukan karena kekurangan produksi.
"Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan sesuai arahan Gubernur agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa hingga Lebaran dengan aman dan nyaman," ujar Ruzuan, Kamis 5 Februari 2026.
Curah hujan tinggi serta kendala transportasi akibat banjir sempat menghambat distribusi pasokan cabai ke pasar. Meski demikian, stok pangan pokok lainnya dipastikan tetap aman dan masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah menyiapkan gerakan pangan murah sebanyak dua hingga tiga kali sebelum Ramadan hingga menjelang Lebaran. Selain itu, operasi pasar akan dilakukan secara situasional dengan pengawasan rutin di pasar-pasar tradisional.
Sementara itu, Perum Bulog memastikan kesiapan stok pangan nasional, khususnya beras, dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini tercatat mencapai 83 ribu ton dan dinilai mencukupi kebutuhan hingga satu tahun ke depan.
Selain beras, Bulog juga memastikan ketersediaan minyak goreng tetap terjaga. Manager Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Sumsel Babel, Akhmad Fahmi Yasin, menyebut stok minyak goreng Bulog mencapai 597 ton dan akan terus bertambah, dengan harga eceran tertinggi (HET) dijaga di angka Rp15.700 per liter.
"Selain beras, pasokan minyak goreng juga dipastikan aman seiring kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) 35 persen dari Kementerian Perdagangan yang dialokasikan kepada Bulog dan BUMN pangan," ucap Fahmi.
Di sisi hulu, Bulog melakukan pengadaan gabah kering panen (GKP) langsung dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram. Hingga saat ini, pengadaan GKP telah mencapai 19 ribu ton, mayoritas berasal dari Kabupaten Banyuasin, sebagai upaya menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin stabilitas pasokan dan harga pangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....