Ramadan Syahrul Qur’an, Perkuat Interaksi Dengan Al-Qur’an

  • 28 Feb 2026 20:52 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan umat Muslim. Tidak hanya identik dengan ibadah puasa, Ramadan juga dikenal sebagai Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Al-Qur’an. Momentum inilah yang kemudian diangkat dalam program Tauladan: Tanya Ustaz di Bulan Ramadan PRO 2 RRI Palembang, pada Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 17.00–17.30 WIB sebagai pengingat agar masyarakat semakin mendekatkan diri kepada kitab suci.

Dalam siaran tersebut, pembahasan difokuskan pada pentingnya memperkuat interaksi dengan Al-Qur’an selama Ramadan. Baik melalui tilawah, tadabbur, maupun pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Kusnaidi yang merupakan narasumber dalam talkshow tersebut menjelaskan bahwa penyebutan Ramadan sebagai Syahrul Qur’an bukan tanpa alasan. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena itu, memperbanyak membaca dan memahami Al-Qur’an menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Ustaz Kusnaidi memberikan pandangan sebagai penguat materi. Dalam kutipan imajiner yang disampaikan untuk mendukung tema tersebut, “Ramadan memang mendorong kita untuk memperbanyak bacaan Al-Qur’an. Namun yang lebih penting adalah bagaimana ayat-ayat itu memengaruhi cara berpikir dan bersikap kita setiap hari.” Katanya.

Ia menambahkan bahwa kualitas interaksi dengan Al-Qur’an perlu diperhatikan. Membaca dengan tartil dan memahami maknanya dinilai lebih berdampak daripada sekadar mengejar target khatam tanpa perenungan. Menurutnya, keseimbangan antara kuantitas dan kualitas menjadi kunci agar Ramadan benar-benar menghadirkan perubahan.

Selain itu, narasumber juga menyinggung peran teknologi dalam mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an. Kehadiran aplikasi digital, murottal, dan kajian daring dinilai dapat menjadi sarana pendukung, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

Ustaz Kusnaidi juga mengingatkan agar semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak berhenti saat Ramadan usai. “Ramadan adalah titik awal. Jika di bulan ini kita bisa konsisten membaca dan memahami Al-Qur’an, maka setelahnya pun kebiasaan itu harus tetap dijaga,” kata Kusnaidi.

Pendengar diajak untuk memanfaatkan waktu-waktu terbaik di Ramadan, seperti selepas Subuh atau menjelang berbuka, untuk membaca dan merenungkan Al-Qur’an. Harapannya, Ramadan benar-benar menjadi bulan pembelajaran yang memperkuat hubungan spiritual sekaligus membentuk karakter yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....