Ramadan Jadi Better: Atur Waktu Ibadah dengan Bijak

  • 26 Feb 2026 22:33 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang – Bulan Ramadan kerap dimaknai sebagai momen memperbaiki diri. Namun di tengah padatnya aktivitas, tak sedikit orang yang justru merasa kewalahan membagi waktu antara pekerjaan, istirahat, dan ibadah. Ada yang merasa kurang tidur karena sahur dan tarawih, ada pula yang kesulitan menjaga fokus kerja saat berpuasa. Dalam situasi inilah, manajemen waktu menjadi kunci agar Ramadan tidak hanya berlalu sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Ustaz AryadiMengisi program Tauladan: Tanya Ustaz di Bulan Ramadan di PRO 2 RRI Palembang, pada hari Sabtu 21 Februari 2026 Ustaz Aryadi., membagikan pesan penting tentang manajemen waktu selama Ramadan. Dalam talkshow tersebut, ia menekankan bahwa keseimbangan antara bekerja, istirahat, dan ibadah sejatinya sudah diatur oleh Allah SWT.

Menurutnya, manusia sebenarnya telah diberikan pola waktu yang jelas. Siang hari adalah waktu untuk bekerja dan beraktivitas, sedangkan malam hari menjadi waktu untuk beristirahat. Adapun ibadah memiliki waktu-waktu khusus yang telah ditetapkan, terutama melalui lima waktu salat. “Sebenarnya kita sudah diatur oleh Allah. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin,” kata Ustaz Aryadi.

Beliau mengingatkan agar waktu istirahat tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang sia-sia. Begadang tanpa alasan yang jelas, misalnya, justru dapat mengganggu produktivitas di siang hari. Namun demikian, ia menegaskan bahwa begadang diperbolehkan apabila dilakukan untuk hal-hal yang positif dan membawa manfaat, seperti belajar atau memperdalam ilmu agama.

Lebih lanjut, Ustaz Aryadi menekankan pentingnya manajemen waktu saat bekerja. Ramadan bukan alasan untuk bermalas-malasan, melainkan momentum untuk tetap produktif dengan perencanaan yang baik. “Ketika waktu bekerja, maka benar-benar atur apa saja yang harus dikerjakan. Manajemen waktu itu penting,” tambahnya.

Hal yang menjadi sorortan juga adanya keringanan jam kerja yang biasanya diberikan selama bulan Ramadan. Menurutnya, kelonggaran waktu tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah, bukan justru dihabiskan untuk aktivitas yang kurang bermanfaat. Sejak waktu Subuh hingga menjelang berangkat kerja, umat Muslim dapat mengisi waktu dengan tadarus Al-Qur’an atau amalan lainnya.

Salah satu amalan yang ia anjurkan adalah sedekah Subuh. Ia menyebut sedekah di waktu pagi memiliki keutamaan yang luar biasa dan menjadi pembuka keberkahan sepanjang hari. Dengan memulai hari melalui ibadah dan kebaikan, seseorang akan lebih siap menjalani aktivitas dengan hati yang tenang.

Ustaz Aryadi juga mengingatkan agar tidak tertukar dalam memanfaatkan waktu. Ia menegaskan agar umat Muslim tidak menunda ibadah saat waktu salat telah tiba dengan alasan pekerjaan. Sebaliknya, pekerjaan sebaiknya diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kewajiban ibadah. “Jangan sampai waktu kerja malah mau ibadah seenaknya, dan ketika waktu ibadah justru sibuk bekerja hingga lalai salat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....