Empat Posko Karhutla Banyuasin Siap Hadapi Kemarau Panjang

  • 10 Jun 2026 10:25 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin memaksimalkan empat posko terpadu sebagai langkah siaga menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuasin, Reza Agus Perdana, mengatakan, empat posko tersebut disiapkan di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap kebakaran lahan dan hutan. Keberadaan posko diharapkan mampu mempercepat deteksi dini serta respons penanganan di lapangan.

Posko terpadu tersebut berlokasi di Kecamatan Rambutan, Banyuasin III, Tanjung Lago, dan Pulau Rimau. Seluruh posko akan diaktifkan secara penuh pada periode puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurut Reza, pengoperasian posko melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Tahun ini kami menyiapkan empat posko terpadu di wilayah rawan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau," ujarnya, di Pangkalan Balai, Selasa, 9 Juni 2026.

Selain menyiapkan posko, BPBD Banyuasin juga meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Edukasi dilakukan untuk mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

Sosialisasi serupa turut diberikan kepada perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Banyuasin. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pencegahan karhutla.

Reza menjelaskan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung lainnya. Pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran juga dilakukan secara berkala.

"Kami terus memperkuat koordinasi agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan titik api," katanya.

BPBD Banyuasin menilai langkah pencegahan harus menjadi prioritas karena dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas ekonomi di daerah terdampak.

Dengan dukungan empat posko terpadu dan kolaborasi berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....