Pangdam II Sriwijaya Ajak Warga Putus Mata Rantai Karhutla
- 29 Agt 2026 08:51 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pangdam II/Sriwijaya menegaskan penanganan Karhutla harus dimulai dari hulu melalui edukasi dan pencegahan berkelanjutan.
- Tim Penyuluhan diarahkan memberikan materi aplikatif terkait hotspot, karakteristik lahan gambut, regulasi, mitigasi, dan respons cepat.
- Babinsa menjadi ujung tombak edukasi masyarakat untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar serta memperkuat kesadaran bersama.
RRI.CO.ID, Palembang - Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan penanganan Karhutla harus dimulai dari hulu melalui edukasi dan pencegahan. Langkah tersebut dinilai lebih efektif daripada hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar.
Penegasan itu disampaikan saat membuka Kegiatan Penyuluhan Karhutla Tersebar Tahun Anggaran 2026 di Gedung Sudirman Makodam II/Sriwijaya. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, dengan melibatkan jajaran aparat kewilayahan.
Menurut Pangdam, Karhutla yang berulang setiap tahun membutuhkan strategi yang terukur dan berkelanjutan. Penanganan juga harus mencakup pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta respons dini terhadap setiap potensi kebakaran.
Pangdam meminta jajaran memutus mata rantai pembakaran sejak sebelum api muncul. Edukasi persuasif kepada masyarakat diharapkan dapat mengubah kebiasaan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar.
Kegiatan penyuluhan diawali dengan penayangan video evaluasi penanganan Karhutla di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Agenda kemudian dilanjutkan sambutan Pangdam dan pembekalan perkembangan situasi Karhutla oleh Danrem 044/Gapo.
Kegiatan tersebut melibatkan Perwira Tinggi dan Perwira Menengah sebagai Tim Penyuluhan. Sejumlah Dandim jajaran Kodam II/Sriwijaya juga mengikuti pembekalan untuk memperkuat pencegahan di wilayah masing-masing.
Pangdam menilai Tim Penyuluhan memiliki peran strategis dalam menyampaikan pemahaman kepada aparat kewilayahan. Materi mencakup aspek teknis, regulasi hukum, serta mitigasi bencana yang berkaitan dengan Karhutla.
“Tim Penyuluh diinstruksikan menyampaikan materi yang aplikatif dan mudah dipahami masyarakat. Materi tersebut meliputi pemetaan titik panas atau hotspot, pengenalan karakteristik lahan gambut, hingga langkah respons cepat dalam penanganan Karhutla sejak dini,” ujar Mayjen TNI Ujang Darwis.
Kepada para Komandan Kodim, Pangdam memerintahkan dukungan penuh terhadap fasilitas dan mobilisasi kegiatan penyuluhan. Danramil dan Babinsa juga diminta menyerap pembekalan untuk diterapkan dalam pembinaan masyarakat.
Babinsa didorong aktif mendatangi desa binaan untuk memberikan pemahaman kepada kelompok tani dan pemilik lahan. Pendampingan tersebut diharapkan membantu masyarakat meninggalkan metode pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pangdam juga mengajak seluruh instansi dan elemen masyarakat memperkuat koordinasi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Pesan pencegahan, menurutnya, harus menjangkau masyarakat hingga berkembang menjadi kesadaran bersama.
Seluruh personel diminta menjalankan tugas pencegahan secara bertanggung jawab untuk menjaga ekosistem dan kesehatan masyarakat. Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak awal.
Melalui penyuluhan dan pembekalan perkembangan situasi Karhutla, Kodam II/Sriwijaya memperkuat kesiapan jajaran menghadapi musim rawan kebakaran. Edukasi, pencegahan, sinergi, dan respons dini menjadi strategi utama untuk menekan risiko Karhutla.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....