Maksuba, Kuliner Mewah Khas Palembang Sarat Makna
- 27 Feb 2024 17:38 WIB
- Palembang
Nusantara yang kaya dengan beragam kulinernya, masing masing daerah di nusantara, bukan hanya kaya akan objek dan pariwisata yang memanjakan pandangan mata, namun setiap daerah di nusantara memiliki kuliner khas masing masing, begitu juga dengan kota Palembang, beragam kuliner dapat anda jumpai saat berkunjung ke kota Palembang, Bukan hanya pempek yang berbahan dasar ikan, namun ada kuliner lainnya yang tak kalah menggiurkan, yaitu Maksuba.
Maksuba adalah salah satu kuliner Palembang bercita rasa manis dan legit. Kue ini dikenal sebagai kue mewah yang biasanya hanya dapat dijumpai saat acara pernikahan pada saat lamaran, atau pada perayaan hari raya baik Idul Fitri atau Idul Adha.
Bahan dasar Pembuatan kue maksuba, sama dengan bahan dasar pembuatan Kue Delapan Jam, yang membedakan hanyalah pada proses pembuatannya, Maksuba dibuat dengan cara berlapis lapis dengan di panggang, dibutuhkan kesabaran dalam proses pembuatan kue maksuba tersebut.
Kua Maksuba masuk dalam kategori kue basah, memiliki ciri khas warna kekuningan dengan garis hitam di tengahnya dan kalau dilihat sepintas mirip dengan kue lapis. Selain bercita rasa manis gurih, kue maksuba memiliki makna filosofis.
"Makna filosofi dari kue Maksuba adalah kesabaran, dalam proses pembuatannya dibutuhkan kesabaran, lapis demi lapis sampai kue maksuba matang. Artinya dalam kehidupan kita pun dituntut untuk senantiasa bersabar, saat ingin menggapai apa pun dalam kehidupan. Begitu juga saat kita ingin merasakan nikmat, manis gurihnya kue maksuba harus melalui proses kesabaran dalam pembuatannya" tutur Budayawan Sumsel, Mang Amin, dalam perbincangan bersama Pro 4 RRI Palembang, Senin (26/2/2024).
Kue Maksuba biasanya dijadikan sebagai salah satu hantaran saat pernikahan dan diserahkan oleh pengantin kepada orang tua dan mertuanya. Selain itu, kue Maksuba juga bisa sebagai antaran calon pengantin pria ke pengantin wanita saat lamaran.
"Saat lebaran, kue maksuba dibawa kembali oleh pengantin baru saat berkunjung ke rumah orang tua dan mertuanya. Hal ini bermakna bahwa kue ini merupakan simbol penghargaan kepada orang yang dihormati," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....