Martabak Giles Pertahankan Cita Rasa Tradisional Palembang
- 30 Apr 2026 15:51 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah menjamurnya kuliner modern, martabak giles tetap bertahan sebagai makanan tradisional khas Palembang. Camilan ini masih digemari masyarakat karena cita rasa khas dan proses pembuatan yang dipertahankan secara turun-temurun.
Martabak giles dikenal sebagai sajian yang kerap dinikmati saat sore hingga malam hari. Kehadirannya menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat saat berkumpul bersama keluarga.
Kuliner tersebut memiliki karakter berbeda dibanding martabak modern. Proses pembuatannya masih dilakukan secara manual tanpa bahan instan.
Pemilik Perausan Ridho, Ida, mengatakan pembuatan martabak giles dimulai dari pengolahan adonan kulit. Seluruh tahapan dikerjakan dari awal agar menghasilkan tekstur yang khas.
“Martabak giles dibuat tanpa menggunakan kulit siap pakai,” katanya saat ditemui di Palembang, Rabu, 29 April 2026. “Cara ini menghasilkan ketebalan kulit yang seimbang dan rasa yang lebih autentik,” ujarnya.
Kulit martabak dibuat melalui proses pengadonan yang membutuhkan ketelitian. Teknik penggorengan juga menentukan tingkat kematangan dan kerenyahan.
Selain kulit, bagian isian menjadi ciri penting martabak giles. Kentang halus digunakan sebagai bahan utama yang dipadukan dengan telur dan daun bawang.
Bumbu pilihan ditambahkan untuk memperkuat cita rasa gurih. Komposisi tersebut menghasilkan tekstur padat yang menjadi identitas kuliner ini.
Seiring perkembangan selera masyarakat, variasi isian mulai mengalami penyesuaian. Beberapa penjual menambahkan wortel, ayam suwir, hingga kornet.
Meski terdapat inovasi, bahan dasar kentang tetap dipertahankan. Rasa asli dianggap menjadi kekuatan utama martabak giles.
“Tekstur isian yang padat menjadi daya tarik tersendiri,” tuturnya. “Rasa kentang tetap dominan karena tidak dicampur bahan seperti ubi,” katanya.
Dalam penyajiannya, martabak giles biasanya disertai cuko atau cabai rawit. Pelengkap tersebut memberi sensasi pedas yang memperkuat rasa gurih.
Ida menilai kualitas martabak sangat dipengaruhi proses pengolahan. Pemilihan bahan dan teknik memasak menentukan hasil akhir.
“Pengolahan yang tepat membuat martabak lebih tahan lama,” ujarnya. “Kualitas rasa juga tetap terjaga saat disajikan,” katanya.
Keberadaan martabak giles menunjukkan kuliner tradisional tetap memiliki ruang di tengah perubahan zaman. Makanan khas ini berkembang tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....