Dokter Ingatkan Risiko Gangguan Mata akibat Kabut Asap
- 03 Okt 2026 06:35 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Partikel kabut asap yang menempel pada permukaan mata dapat menyebabkan iritasi, mata merah, kering, perih, berair, hingga terasa mengganjal.
- Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan kacamata pelindung dan tidak mengucek mata untuk mencegah iritasi semakin parah.
- Jika mata merah menetap, pandangan mulai buram, silau berlebihan, atau muncul kotoran mata, segera periksakan ke dokter spesialis mata.
RRI.CO.ID, Palembang - Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mata. Partikel yang terkandung dalam asap dapat menempel pada permukaan mata dan memicu iritasi, mata kering, merah, perih, hingga berair.
Dokter Spesialis Mata Departemen Bedah Divisi Mata RSMH Palembang, dr. Zahratul Riadho, mengatakan paparan partikel kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada permukaan mata. "Partikel ini bisa menempel ke permukaan mata, baik di kelopak mata maupun di bagian permukaan mata seperti konjungtiva," ujarnya dalam Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Palembang, Jumat, 2 Oktober 2026.
dr. Zahratul menjelaskan kondisi tersebut dapat diperparah oleh suhu udara yang panas karena mempercepat penguapan air mata. Akibatnya, mata menjadi kering, terasa mengganjal, merah, dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melihat.
Menurut dr. Zahratul, keluhan akibat kabut asap dapat membaik ketika seseorang berada di ruangan dengan udara yang lebih bersih. Namun, jika mata tetap merah, berair, atau disertai kotoran mata meski sudah menjauh dari paparan asap, kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut.
Masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk mengurangi paparan langsung partikel asap dan debu ke permukaan mata. "Kalau harus aktivitas di luar ruangan, berkendaraan motor, mungkin sepeda, atau ada aktivitas yang memang kerjaannya outdoor, gunakanlah kacamata pelindung," kata dr. Zahratul.
dr. Zahratul juga mengimbau masyarakat tidak mengucek mata ketika terasa gatal atau perih. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gesekan pada permukaan mata dan memperberat iritasi, terutama jika tangan dalam kondisi tidak bersih.
Jika mata terasa kering atau perih akibat paparan asap, masyarakat dapat menggunakan air mata buatan atau artificial tears. Namun, penggunaan obat tetes mata yang mengandung antibiotik atau steroid tidak dianjurkan tanpa pemeriksaan dan rekomendasi dokter.
dr. Zahratul menegaskan masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung. Jika muncul mata merah yang menetap, pandangan mulai buram, silau berlebihan, atau terdapat kotoran mata, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....