Hilal 1 Dzulhijjah 1447 H Tidak Terlihat di Palembang
- 17 Mei 2026 19:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemantauan hilal 1 Dzulhijjah 1447 H di Helipad Hotel Aryaduta Palembang terhalang awan tebal, membuat hilal tidak terlihat secara visual.
- Secara astronomis posisi hilal sudah di atas ufuk, namun tidak terlihat secara visual.
- Hasil pemantauan dari Helipad Hotel Aryaduta langsung dilaporkan ke Kemenag Pusat.
- Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi Idul Adha melalui Sidang Isbat nasional.
RRI.CO.ID, Palembang - Langit di atas Kota Palembang tidak memberikan visibilitas yang cukup untuk melihat hilal penentu awal Dzulhijjah 1447 Hijriah. Faktor cuaca menjadi penghalang utama teropong tim falakiyah dalam pemantauan yang digelar di Helipad Hotel Aryaduta Palembang, Minggu, 17 Mei 2026.
Meskipun secara perhitungan astronomis (hisab) posisi hilal dilaporkan sudah berada di atas ufuk, kondisi riil di lapangan tidak memungkinkan adanya pembuktian visual. Berdasarkan data astronomis (hisab) resmi yang dihimpun di Markaz Observasi Hilal Helipad Hotel Aryaduta Palembang, matahari terbenam tepat pada pukul 17:57:39 WIB. Setelah itu, hilal sendiri baru menyusul terbenam pada pukul 18:28:53 WIB.
Secara posisi geometris, ketinggian hilal di Palembang sebenarnya sudah berada cukup tinggi, yaitu pada posisi 6 derajat 6 menit 20 detik di atas Ufuk Mar'i. Jarak sudut yang memisahkan antara bulan dan matahari atau sudut elongasinya tercatat sebesar 9,61 derajat.
Sementara itu untuk posisi horizontalnya, arah barat atau azimut matahari berada pada koordinat 289 derajat 21 menit 30 detik dari Utara ke Timur. Di sisi lain, posisi azimut bulan terpantau berada pada koordinat 296 derajat 41 menit 4 detik dari Utara ke Timur.
"Dengan data ketinggian hilal 6 derajat lebih dan elongasi mencapai 9,61 derajat, posisi hilal di Palembang secara teoritis sudah memenuhi kriteria MABIMS. Oleh karena itu, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026," ujar Plh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatra Selatan, Taufik, usai memimpin pemantauan.
Taufik menambahkan, hasil pengamatan dari titik Palembang ini bukan menjadi penentu tunggal. Seluruh data orografis dan laporan visual dari atas helipad ini langsung dikirimkan secara berjenjang ke Kementerian Agama Pusat di Jakarta. Data tersebut akan digabungkan dengan hasil pemantauan dari ratusan titik lain di seluruh Indonesia.
Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai kapan jatuhnya Hari Raya Idul Adha, sebelum ada ketetapan hukum yang sah.
"Kami mengimbau seluruh umat Islam, khususnya di Sumatra Selatan, untuk menunggu pengumuman resmi dari Menteri Agama malam nanti. Sidang Isbat yang akan menentukan secara sah dan menyatukan langkah kita," pungkas Taufik.
Laporan dari Palembang ini akan menjadi salah satu komponen penting dalam Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung malam ini di Jakarta, guna mengambil keputusan final mengenai awal bulan Dzulhijjah 1447 H.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....