Pelayanan Haji Sumsel Dinilai Meningkat, Ombudsman Soroti Kenyamanan Jamaah
- 18 Mei 2026 21:28 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Ombudsman Sumsel melakukan pengawasan langsung terhadap pelepasan jamaah haji Kloter 16 Embarkasi Palembang untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal dan aman.
- Ombudsman menilai terdapat peningkatan tata kelola haji tahun 2026, termasuk pembagian kartu Nusuk sebelum keberangkatan dan penyederhanaan syarikah yang membuat pelayanan jamaah lebih efektif.
- Ombudsman memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan jamaah lansia dan disabilitas serta menyoroti kebersihan fasilitas pesawat sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan haji ke depan.
RRI.CO.ID, Palembang - Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan menilai pelayanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Penilaian itu disampaikan saat pengawasan pelepasan jamaah Kloter 16 Embarkasi Palembang di Asrama Haji dan Bandara SMB II Palembang, Jumat 15 Mei 2026.
Kepala Perwakilan Ombudsman Sumsel, M. Adrian Agustiansyah, mengatakan perbaikan terlihat dari tata kelola pelayanan yang lebih terintegrasi setelah dibentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Menurutnya, pemisahan kewenangan tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap kualitas pelayanan jamaah.
Salah satu perubahan yang diapresiasi Ombudsman ialah pembagian kartu Nusuk fisik sebelum jamaah berangkat ke Arab Saudi. Pada tahun sebelumnya, kartu identitas penting tersebut baru diterima jamaah setelah tiba di Tanah Suci.
"Terdapat sejumlah perbaikan tata kelola dalam penyelenggaraan haji tahun 2026. Salah satunya adalah pembagian kartu Nusuk fisik yang telah dilakukan di Indonesia sebelum keberangkatan jamaah, padahal pada tahun sebelumnya kartu tersebut baru diterima jamaah setelah tiba di Arab Saudi," ujar Adrian.
Adrian menjelaskan kartu Nusuk menjadi dokumen vital bagi jamaah karena berfungsi sebagai identitas resmi untuk memasuki Kota Makkah dan kawasan inti pelaksanaan ibadah haji. Selain kartu fisik, jamaah juga dapat menggunakan aplikasi digital Nusuk selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Selain itu, Ombudsman menilai penyederhanaan syarikah turut mempermudah pelayanan jamaah. Jika sebelumnya terdapat delapan syarikah, kini hanya tersisa dua syarikah sehingga koordinasi pelayanan menjadi lebih efektif.
Meski demikian, Ombudsman tetap memberikan sejumlah catatan penting, terutama terkait pelayanan jamaah lansia dan penyandang disabilitas. Petugas diminta memberikan perhatian maksimal agar jamaah prioritas memperoleh pelayanan yang nyaman dan aman selama proses keberangkatan.
Ombudsman Sumsel juga menyoroti persoalan kebersihan toilet pesawat yang selama ini kerap dikeluhkan jamaah haji. Keluhan tersebut langsung disampaikan kepada pihak Saudi Airlines agar standar kebersihan fasilitas selama penerbangan dapat ditingkatkan.
Secara keseluruhan, Embarkasi Palembang tahun 2026 memberangkatkan 16 kloter dengan total 6.995 jamaah haji. Ombudsman Sumsel memastikan seluruh hasil pengawasan akan disusun dalam laporan resmi sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....