IDHI Awasi Kesehatan Hewan Kurban Sumatera Selatan
- 24 Mei 2026 21:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Umat Islam di Sumatera Selatan melaksanakan shalat Iduladha 1447 H pada 27 Mei 2026, mengikuti keputusan sidang isbat Kementerian Agama RI yang menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026.
Setelah salat, pemotongan dan distribusi hewan kurban dilakukan di masjid, musholla, dan titik yang ditetapkan Pemprov Sumsel serta Baznas Sumsel. Pemprov menargetkan distribusi daging kurban menyasar daerah 3T dan kantong kemiskinan.
Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumatera Selatan mencatat seluruh hewan kurban yang masuk ke Palembang dan kabupaten sudah melewati pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi bebas PMK, sehat fisik, dan memenuhi syarat usia kurban.
Ketua PDHI Sumatera Selatan, drh. Alfin Suhanda, menjelaskan, pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap hewan kurban, terutama hewan yang masuk dari luar Palembang. Menurutnya, koordinasi juga telah dilakukan bersama rekan-rekan di berbagai kabupaten di Sumatera Selatan guna memastikan kesehatan hewan kurban tetap terjaga.
“Pengawasan terus kami lakukan, khususnya hewan kurban dari luar daerah. Kami juga sudah menginformasikan kepada teman-teman di kabupaten agar pemeriksaan dilakukan dengan maksimal,” ujarnya pada saat Dialog Palembang Menyapa Jumat,22 Mei 2026,.
Ia menambahkan, surat kesehatan hewan wajib dilengkapi agar masyarakat merasa aman saat membeli hewan kurban. Menurutnya, kelengkapan dokumen kesehatan menjadi salah satu syarat penting dalam proses distribusi hewan kurban.
Selain itu, Alfin mengatakan, peningkatan pembelian hewan kurban biasanya terjadi sekitar tiga minggu sebelum Hari Raya Iduladha. Bahkan, menjelang H-1 lebaran, permintaan masyarakat masih cukup tinggi dengan layanan pengantaran langsung ke rumah pembeli.
“Lonjakan pembelian biasanya mulai terasa tiga minggu sebelum lebaran, bahkan ada yang membeli pada H-1 dan langsung diantar ke rumah,” katanya.
Ia juga menjelaskan, setiap anggota tim pengawasan hewan kurban telah memiliki tugas pokok dan fungsi masing-masing dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Terkait ciri-ciri hewan kurban yang sehat, Alfin menyebut masyarakat dapat melihat kondisi mata, mulut, dan kulit hewan sebagai indikator umum kesehatan hewan kurban.
“Kalau dilihat dari matanya cerah, mulutnya bersih, dan kulitnya sehat, biasanya kondisi hewan tersebut baik,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan adanya beberapa penyakit hewan yang perlu diwaspadai, salah satunya penyakit gonosik yang dapat memengaruhi kesehatan hewan kurban.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemberdayaan Wakaf Kanwil Kemenag Sumsel, Imron Rosadi, mengatakan, pelaksanaan salat Idul Adha telah dikoordinasikan bersama masjid-masjid agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan masjid-masjid terkait pelaksanaan salat Idul Adha agar berjalan dengan semestinya,” ujarnya.
Imron juga menambahkan bahwa penggunaan pengeras suara nantinya akan diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....