Korban Kedua Tenggelam di Sungai Ogan Ditemukan Meninggal

  • 02 Agt 2026 19:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban kedua tenggelam bernama Rizky Saputra berusia 22 tahun di Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.
  • Jenazah korban ditemukan mengapung di pinggir sungai, sekitar 50 meter dari lokasi awal ia dinyatakan hilang.
  • Korban merupakan warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dan telah dirawat di RSUD Ogan Ilir untuk penanganan lebih lanjut.

RRI.Co.ID, Ogan Ilir - Upaya pencarian korban musibah tenggelam di Sungai Ogan, Desa Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, kembali membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban kedua atas nama Rizky Saputra (22) dalam kondisi meninggal dunia, Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Jasad warga Desa Sadahayu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah itu ditemukan mengapung di pinggir sungai, sekitar 50 meter dari titik lokasi awal ia dinyatakan hilang. Petugas langsung mengamankan jasad korban dan mengevakuasinya ke RSUD Ogan Ilir untuk proses penanganan lebih lanjut.

Tragedi ini bermula pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika niat baik berujung petaka. Rizky bersama dua rekannya melompat ke air untuk menyelamatkan seorang teman yang terseret derasnya arus Sungai Ogan. Namun, kuatnya pusaran air justru menggulung mereka.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengapresiasi kerja keras personel gabungan serta warga setempat yang terus menyisir aliran sungai tanpa kenal lelah.

"Alhamdulillah, sore hari ini Tim SAR Gabungan kembali berhasil menemukan satu orang korban. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat yang turut membantu," ujar Raymond, Minggu, 2 Agustus 2026.

Meski dua dari tiga korban telah berhasil dievakuasi, perahu penyelamat Basarnas belum ditambatkan. Penyisiran masif masih difokuskan untuk menemukan satu korban tersisa, yakni Rahman Udin (33), warga Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.

"Saat ini operasi SAR masih terus dilanjutkan karena masih terdapat satu orang korban yang belum ditemukan. Kami akan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada agar korban terakhir dapat segera ditemukan," tegas Raymond.

Di tengah operasi yang terus berjalan, Basarnas kembali mewanti-wanti masyarakat agar tidak memandang remeh karakter arus sungai alami. Potensi pusaran bawah air kerap mematikan, terutama bagi warga yang beraktivitas tanpa perlengkapan keselamatan standar.

Pencarian korban terakhir kini melibatkan sinergi penuh antara Basarnas Palembang, TNI, Polri, BPBD, dan warga lokal. Masyarakat diminta segera menghubungi Emergency Call 115 jika mengetahui atau mengalami kondisi darurat di wilayah perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....