Dua Hari Terseret Arus Sungai Rawas, Hafis Ditemukan Meninggal Dunia
- 12 Agt 2026 12:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Tim SAR Gabungan menemukan Hafis, 7 tahun, korban tenggelam di Sungai Rawas, Musi Rawas Utara, dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi.
- Pencarian korban berlangsung selama dua hari dengan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat melalui penyisiran area sekitar enam kilometer persegi.
- Basarnas mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di sungai tanpa pengawasan.
RRI.CO.ID, Palembang - Tim SAR Gabungan menemukan Hafis, 7 tahun, korban tenggelam di Sungai Rawas, Desa Pauh I, Kabupaten Musi Rawas Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah pencarian berlangsung selama dua hari.
Hafis dilaporkan tenggelam saat mandi dan berenang bersama kakaknya pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban tiba-tiba terseret arus ketika berenang dan kakaknya sempat berupaya memberikan pertolongan.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban yang lebih dahulu tenggelam. Informasi kejadian kemudian diterima Basarnas Kantor SAR Palembang pada Selasa sekitar pukul 21.00 WIB.
Tim SAR langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian tersebut. Pencarian melibatkan Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat setempat.
Memasuki hari kedua, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran permukaan sungai secara visual pada Rabu pagi. Pencarian mencakup area sekitar enam kilometer persegi menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 08.15 WIB ketika korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian di Sungai Rawas.
Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke rumah duka. Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Kasi Operasi Kantor SAR Palembang Mancarrah Wanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengatakan seluruh unsur SAR telah melakukan pencarian secara maksimal hingga korban ditemukan pada hari kedua.
“Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari kedua dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Mancarrah. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut.
Mancarrah mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika berada di sekitar sungai atau perairan. Ia mengingatkan kondisi arus sungai dapat berubah sewaktu-waktu dan membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membiarkan anak-anak bermain atau berenang di sungai tanpa pengawasan,” katanya. Masyarakat juga diminta segera menghubungi Emergency Call Basarnas 115 ketika membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai pada Rabu, 12 Agustus 2026. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....