Perempuan Disabilitas Hilang di Sungai Komering, Tim SAR Sisir 9 KM

  • 06 Jul 2026 02:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tim SAR Gabungan memperluas radius pencarian hingga 9 kilometer persegi di Sungai Komering setelah Ira Safitri (34 tahun) hilang terseret arus pada Sabtu 4 Juli 2026 pukul 15.00 WIB.
  • Operasi penyelamatan memasuki hari kedua dengan melibatkan dua Search Rescue Unit (SRU) yang menyisir permukaan air ke arah utara 4 kilometer dan tenggara 5 kilometer menggunakan perahu karet.
  • Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menekankan seluruh personel bergerak maksimal memanfaatkan momentum cuaca untuk menemukan korban secepatnya dan menyerahkannya kepada keluarga.

RRI.CO.ID, Banyuasin - Tim SAR Gabungan meluas radius pencarian hingga 9 kilometer persegi di sepanjang aliran Sungai Komering, Dusun II, Desa Sungai Kedukan, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Pencarian intensif ini memasuki hari kedua setelah seorang warga setempat dilaporkan hilang terseret arus.

Korban diketahui bernama Ira Safitri (34). Perempuan yang memiliki keterbatasan fisik dan membutuhkan perhatian khusus ini diduga kuat terpeleset dan tenggelam sejak Sabtu, 4 Juli 2026 siang.

Peristiwa bermula saat Ira hendak mandi di dermaga Sungai Komering yang berada tepat di belakang rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB. Karena kondisi fisiknya yang kesulitan berjalan, korban biasanya bergerak dengan cara berjongkok. Sang adik sempat melarangnya sebelum pergi keluar rumah. Namun petaka tiba dua jam kemudian. Sekitar pukul 15.00 WIB, orang tua korban mendapati rumah sudah kosong. Upaya pencarian mandiri oleh pihak keluarga di sekitar bantaran sungai hingga petang tak membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

Kantor SAR Palembang yang menerima laporan langsung menerjunkan satu tim rescue ke lokasi untuk bergabung dengan unsur TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat.

Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu, 5 Juli 2026, operasi udara dan air diperketat. Tim SAR Gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search Rescue Unit (SRU). SRU pertama menyisir permukaan air menggunakan perahu karet ke arah utara sejauh 4 kilometer persegi. Sementara SRU kedua bergerak menyisir arah tenggara dengan radius hingga 5 kilometer persegi.

Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin melalui Kasi Operasi Mancarah Wanto menegaskan, seluruh personel di lapangan bergerak cepat memanfaatkan momentum cuaca guna mengoptimalkan pencarian.

"Kami mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada untuk melakukan pencarian secara maksimal. Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Manca Rahwanto saat dikonfirmasi, Minggu, 5 Juli 2026.

Selain menyisir sungai, petugas juga menyebarkan informasi dan foto korban kepada para nelayan serta masyarakat yang beraktivitas di sepanjang pesisir Sungai Komering. Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda atau keberadaan korban.

Manca juga mengingatkan masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas saat beraktivitas di dekat aliran sungai yang arusnya dinamis.

Bagi warga yang menghadapi situasi kedaruratan serupa di wilayah perairan, Basarnas membuka layanan pengaduan cepat melalui Emergency Call 115 yang bisa diakses gratis selama 24 jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....