Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Musi Belum Ditemukan

  • 08 Jun 2026 15:52 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Seorang anak perempuan berusia 11 tahun hanyut dan tenggelam di Sungai Musi saat berenang bersama teman-temannya
  • Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian hari kedua dengan membagi personel ke dua sektor pencarian
  • Masyarakat diminta membantu memberikan informasi dan orang tua diimbau memperketat pengawasan anak di sekitar sungai

RRI.CO.ID, Musi Banyuasin - Seorang anak perempuan bernama Ira (11) dilaporkan hanyut dan tenggelam di Sungai Musi, Kabupaten Musi Banyuasin. Korban belum ditemukan hingga operasi pencarian memasuki hari kedua pada Senin, 8 Juni 2026.

Peristiwa itu terjadi di Dusun II, Desa Terusan, pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian, korban sedang berenang bersama empat orang temannya di aliran Sungai Musi.

Musibah bermula ketika korban diduga terseret arus deras sungai. Salah seorang temannya sempat berusaha memberikan pertolongan dengan memegang tangan korban.

Upaya penyelamatan tersebut tidak berhasil karena kuatnya arus sungai. Genggaman tangan korban akhirnya terlepas hingga korban hanyut dan tenggelam.

Laporan kejadian diterima Kantor SAR Palembang pada Minggu malam. Informasi darurat tersebut masuk sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung ditindaklanjuti petugas.

Setelah menerima laporan, Kantor SAR Palembang mengerahkan satu tim rescue ke lokasi kejadian. Personel kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan pencarian.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada hari kedua sejak pagi hari. Tim SAR Gabungan menyisir area perairan yang diduga menjadi lokasi korban hanyut.

Petugas melakukan pencarian visual di permukaan sungai dengan cakupan yang cukup luas. Area pencarian difokuskan hingga radius sekitar 10 kilometer persegi ke arah barat laut.

Untuk mempercepat proses pencarian, tim menggunakan perahu karet Basarnas dan perahu masyarakat. Sarana tersebut digunakan menjangkau sejumlah titik yang sulit diakses dari daratan.

Tim gabungan kemudian membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit atau SRU. Langkah itu dilakukan agar area pencarian dapat dijangkau secara lebih efektif.

SRU pertama melakukan penyisiran di sisi kanan aliran Sungai Musi. Pada waktu yang sama, SRU kedua memeriksa wilayah perairan di sisi kiri sungai.

Selain penyisiran langsung, petugas juga menyebarkan informasi kepada warga pesisir. Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, menegaskan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal. Keselamatan seluruh personel di lapangan tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung.

Tim SAR berharap korban dapat segera ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. "Kami berharap korban dapat segera ditemukan sehingga dapat diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Raymond Konstantin.

Raymond juga mengajak masyarakat di sepanjang aliran Sungai Musi membantu proses pencarian. Warga diminta segera melapor melalui layanan darurat 115 apabila menemukan petunjuk terkait korban.

Selain itu, orang tua diimbau meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sungai. Langkah tersebut penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan air yang serupa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....