Dari Pesulap Jadi Badut, Kak Alviin Temukan Ruang Healing
- 15 Sep 2026 10:40 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Iqbal bertransformasi dari pesulap menjadi seniman badut modern sejak 2011.
- Persona Kak Alviin menjadi ruang ekspresi diri yang berbeda dari karakter Iqbal sehari-hari.
- Seni badut menjadi sarana hiburan, healing, sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi Iqbal.
RRI.CO.ID, Palembang - Perjalanan panjang di dunia sulap membawa Iqbal, yang kini dikenal dengan nama panggung Kak Alviin, banting setir menekuni seni badut modern. Transformasi ini juga melahirkan persona baru yang menjadi ruang pelepasan diri baginya di tengah kesibukan sehari-hari.
Hal ini disampaikan Iqbal dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Kamis, 10 September 2026. Iqbal mengaku awalnya menekuni dunia sulap sejak 2009-2010 sebelum akhirnya mencoba peruntungan sebagai badut pada 2011.
"Basic saya tuh magician, saya akhirnya serius di bidang sulap," ujar Iqbal. Ia menyebut ketertarikannya beralih ke dunia badut bermula dari insiden lucu tak disengaja saat tampil di sebuah acara.
Iqbal menjelaskan momen tersebut membuatnya semakin serius menekuni seni badut usai sempat vakum akibat pandemi pada 2019. Ia bersama rekan sesama pesulap kemudian merancang konsep badut modern yang berbeda dari stereotip lama.
"Kita coba sajikan badut yang modern, enggak yang perut buncit, make up menor," katanya. Iqbal menyebut nama panggung ‘Kak Alviin’ resmi diciptakannya sejak tahun 2019 sebagai identitas baru di dunia hiburan.
Iqbal mengungkapkan karakter Kak Alviin memiliki kepribadian yang jauh berbeda dari dirinya sebagai Iqbal sehari-hari. Ia menyebut persona tersebut menjadi wadah menyalurkan sisi ekspresif yang tidak selalu bisa ditunjukkan dalam keseharian.
"Ini benar-benar dua kepribadian yang sangat jauh," ungkap Iqbal. Ia menegaskan setiap orang membutuhkan wadah untuk menyalurkan pikiran dan emosi yang tidak selalu tersampaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Iqbal menyebut menjadi Kak Alviin bahkan menjadi sarana healing tersendiri baginya di tengah rutinitas pekerjaan utama sebagai tim media. Ia mengaku profesi tersebut memberikan kepuasan batin sekaligus penghasilan tambahan secara bersamaan.
"Kalau stres, jadi badut aja, sekalian dapat duit," tutur Iqbal. Ia menegaskan dua sisi kepribadian tersebut justru saling melengkapi dan memperkaya pengalaman hidupnya sebagai seniman.
Iqbal berharap kisah transformasinya dari pesulap menjadi badut dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai proses berkesenian. Ia menegaskan setiap orang berhak menemukan wadah ekspresi diri yang sesuai dengan passion masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....