Kelana Book Club Ajak Generasi Muda Bangun Kebiasaan Membaca

  • 19 Agt 2026 17:08 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kelana Book Club mengajak generasi muda membangun kembali kebiasaan membaca yang semakin tergeser oleh konten singkat media sosial.
  • Menurut ketua komunitas Dian Palupi, kebiasaan membaca dapat ditumbuhkan melalui bacaan ringan dan penetapan waktu khusus membaca setiap hari.
  • Penggunaan telepon seluler menjadi salah satu tantangan utama dalam mempertahankan minat membaca di kalangan generasi muda.

RRI.CO.ID, Palembang - Kelana Book Club mengajak generasi muda kembali membangun kebiasaan membaca di tengah maraknya konten singkat media sosial. Komunitas tersebut menilai kebiasaan membaca dapat tumbuh melalui bacaan ringan dan waktu khusus setiap hari.

Ketua Kelana Book Club Dian Palupi menyampaikan hal tersebut dalam program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Minggu, 9 Agustus 2026. Menurut Dian, kebiasaan menggunakan telepon seluler menjadi salah satu tantangan dalam mempertahankan minat membaca.

Dian mengatakan pembaca dapat menjauhkan telepon seluler ketika mulai merasa malas atau jenuh membaca. Kondisi tersebut dikenal sebagai reading slump atau masa ketika seseorang kehilangan minat membaca.

“Kalau sedang reading slump, coba ambil buku-buku tipis atau kumpulan cerita. Setelah semangat membaca kembali, baru lanjut ke buku yang lebih tebal,” kata Dian.

Pengurus Kelana Book Club, Ian, menyarankan pembaca memilih bacaan yang membuat otak aktif mengolah informasi. Buku bergenre detektif, misalnya, dapat mendorong pembaca mengikuti hubungan antarkejadian dan memecahkan misteri.

“Jangan hanya menerima informasi, tetapi ikut mengolah informasi. Namun, tetap mulai dari buku yang memang disukai,” ujar Ian.

Ian juga mendorong masyarakat menyediakan waktu khusus untuk membaca setiap hari. Menurutnya, membaca selama sekitar 30 menit dapat dilakukan saat istirahat atau sebelum dan sesudah beraktivitas.

Anggota Kelana Book Club, Ayu Seftari, memilih membaca kembali buku favorit ketika mengalami kejenuhan membaca. Menurutnya, buku yang sudah dikenal membuat pembaca lebih nyaman mengikuti cerita tanpa beban memahami alur baru.

Ayu yang berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia juga menyarankan orang tua tidak langsung memberikan buku tebal kepada anak. Kebiasaan membaca dapat dimulai dari komik, cerita remaja, atau bacaan ringan sesuai minat.

“Yang penting ada habit-nya dulu. Nanti selera bacaan akan berkembang,” kata Ayu.

Dian, Ian, dan Ayu sepakat bahwa masyarakat tidak harus sepenuhnya menghindari konten pendek di media sosial. Namun, pengguna perlu membatasi konsumsi dan memilih konten berdasarkan manfaat serta kebutuhan.

Ketiganya juga mendorong generasi muda bergabung dalam komunitas pembaca untuk membuat kegiatan literasi lebih menyenangkan. Mereka berharap pemerintah dan pemangku kepentingan terus mendukung komunitas agar budaya membaca berkembang di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....