Kolektor Palembang Harus Keluar Daerah untuk Barang Antik Bernilai Tinggi

  • 12 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Menjadi kolektor barang antik memerlukan usaha ekstra karena harus berburu ke berbagai daerah untuk menemukan benda dengan nilai sejarah.
  • Keberadaan barang-barang jadul di Palembang semakin sulit ditemukan karena banyak rumah tua yang mengalami pembongkaran.
  • Pembongkaran rumah mengakibatkan benda-benda lama berpindah tangan atau keberadaannya tidak diketahui lagi.

RRI.CO.ID, Palembang - Menjadi kolektor barang antik tidak selalu mudah. Para Kolektor bahkan harus berburu hingga berbagai daerah untuk menemukan benda yang memiliki nilai sejarah.

Menurut Amir dari Musi Djadoel Gallery Palembang, keberadaan barang-barang jadul di Palembang semakin sulit ditemukan. Kondisi rumah yang banyak mengalami pembongkaran membuat sejumlah benda lama berpindah tangan atau tidak diketahui lagi keberadaannya.

Karena itu, informasi dari sesama kolektor menjadi salah satu cara mendapatkan barang yang diburu. Sejumlah daerah yang pernah menjadi sumber informasi koleksi antara lain Bengkulu, Jambi, Muara Enim, Baturaja dan Lahat.

“Kalau di Palembang agak susah ditemukan. Jadi informasi dari kawan-kawan di luar daerah,” katanya, dalam bincang obrolan di RRI Palembang.

Sebelum membeli, Amir terlebih dahulu memeriksa kondisi dan keaslian barang. Jika sesuai dengan koleksi yang dicari, proses dilanjutkan dengan negosiasi harga.

Bagi Amir, kondisi barang bukan satu-satunya pertimbangan. Radio tabung, misalnya, tetap menarik meskipun membutuhkan perbaikan, selama komponen utamanya masih asli.

Perawatan juga dilakukan secara bertahap. Jika sebuah benda membutuhkan komponen tertentu, Amir mencari bagian yang sesuai hingga menemukan komponen asli.

Dalam dunia kolektor, proses tersebut dikenal sebagai restorasi, yakni melengkapi sebuah barang menggunakan komponen dari benda lain yang sejenis. Namun, Amir menegaskan komponen yang digunakan tetap harus asli dan bukan replika.

“Walaupun restorasi, tetap asli. Kita cari komponen atau pernak-pernik yang sama,” ujarnya.

Harga benda antik juga sangat bervariasi, bergantung pada ukuran, motif, merek dan kondisi. Beberapa radio tabung yang pernah dimiliki Amir bahkan dihargai hingga jutaan rupiah.

“Untuk radio tabung, koleksi Musi Djadoel Gallery kini tersisa sekitar delapan unit. Sebelumnya, jumlah koleksi radio lebih banyak dan sebagian telah dibawa kolektor dari luar daerah,” katanya disela obrolan.

Namun, aktivitas tersebut lebih diarahkan untuk koleksi dan pajangan, termasuk kebutuhan dekorasi restoran maupun kafe. Ia juga meminta calon kolektor mengatur keuangan dan tidak menggunakan dana kebutuhan pokok untuk membeli barang antik.

Amir mengingatkan calon kolektor agar tidak terburu-buru membeli barang. Kegemaran harus menjadi dasar utama sebelum memulai koleksi.

“Harus senang dulu. Setelah menemukan barang yang kita suka, koleksi akan berkembang sendiri. Tapi dana tetap harus diatur,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....