Koleksi Barang Antik, Musi Djadoel Gallery Ajak Anak Muda Kenali Sejarah
- 28 Agt 2026 06:47 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Musi Djadoel Gallery di Palembang menggunakan koleksi barang antik sebagai sarana edukasi sejarah untuk generasi muda.
- Benda bersejarah memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam dibandingkan hanya melihat dokumentasi foto atau tulisan.
- Masyarakat dapat langsung melihat bentuk, memahami fungsi, dan karakteristik benda antik pada masa lalu melalui kunjungan ke galeri.
RRI.CO.ID, Palembang - Keberadaan barang antik dapat menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Musi Djadoel Gallery terus mempertahankan berbagai koleksinya.
Pengelola Galeri, Amir Jadul, mengatakan benda bersejarah memberikan pengalaman berbeda dibandingkan hanya melihat dokumentasi berupa foto atau tulisan. Menurutnya, masyarakat dapat melihat langsung bentuk benda, bahkan memahami fungsi dan karakteristiknya pada masa lalu.
“Kalau ada bentuk barangnya, lebih nyata. Pengunjung bisa melihat langsung dan mendapatkan gambaran sejarahnya,” ujarnya dalam Obrolan Komunitas, Minggu, 23 Agustus 2026.
Koleksi Musi Djadoel Gallery telah beberapa kali dilibatkan dalam kegiatan bertema sejarah dan kebudayaan di Palembang. Sejumlah benda seperti mesin tik, mesin jahit dan radio pernah dipamerkan dalam kegiatan yang mengangkat sejarah perjuangan di Palembang.
“Kehadiran benda asli dinilai dapat memperkuat pesan sejarah yang disampaikan dalam sebuah kegiatan. Masyarakat tidak hanya membaca informasi melalui banner, tetapi dapat melihat langsung benda yang digunakan pada masa lalu,” jelas Amir.
Amir menyebut komunitas kolektor barang jadul di Palembang juga semakin berkembang. Penggemarnya berasal dari berbagai generasi dan memiliki ketertarikan terhadap periode berbeda.
Ada kolektor yang fokus pada barang era 1970-an hingga 1990-an. Sementara Musi Djadoel Gallery lebih banyak menyimpan benda dari periode sebelum kemerdekaan hingga sekitar 1950-an dan 1960-an.
“Selain barang elektronik, kolektor lain juga menggeluti keramik, porselen, kain, benda pusaka hingga benda temuan dari Sungai Musi,” ujarnya.
Amir sendiri lebih fokus pada benda elektronik jadul. Radio tabung menjadi salah satu koleksi yang paling diminatinya.
“Radio pada masa lalu memiliki peran penting sebagai media informasi masyarakat. Sebelum televisi berkembang luas, radio menjadi salah satu sumber informasi utama, termasuk dalam menyampaikan berbagai kabar kepada masyarakat,” katanya.
Ke depan, Amir berharap Musi Jadul Galeri dapat berkembang menjadi museum khusus yang menyimpan berbagai benda lama, termasuk koran dan buku. Ia juga mengajak masyarakat yang masih memiliki benda peninggalan keluarga untuk tidak terburu-buru membuangnya.
“Barang lama bisa menjadi cerita untuk anak cucu. Dari benda itu kita bisa menceritakan bagaimana kehidupan dan sejarah pada masa lalu,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....