Koleksi Barang Jadul Menjadi Jejak Sejarah dan Penambah Wawasan

  • 26 Agt 2026 08:59 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Barang-barang jadul memiliki nilai sejarah yang penting dan menyimpan cerita perjalanan masa lalu yang masih relevan untuk dipelajari.
  • Amir Jadul mengelola Musi Djadoel Gallery Palembang sebagai tempat melestarikan dan merawat berbagai koleksi benda bersejarah untuk generasi mendatang.
  • Koleksi barang jadul bukan sekadar benda lama, tetapi merupakan jejak budaya yang perlu dikenalkan dan dilestarikan di tengah perkembangan zaman modern.

RRI.CO.ID, Palembang – Barang-barang jadul menyimpan cerita dan jejak perjalanan masa lalu yang memiliki nilai sejarah. Di tengah perkembangan zaman, keberadaan benda-benda lama tetap menarik untuk dikoleksi, dirawat, sekaligus dikenalkan kepada generasi sekarang.

Kecintaan terhadap barang-barang jadul inilah yang mendorong Amir Jadul, pengelola Musi Djadoel Gallery Palembang, merawat berbagai benda bersejarah. Koleksi tersebut bukan sekadar barang lama, tetapi menjadi jejak perjalanan masa lalu yang masih dapat dilihat hingga sekarang.

Amir mengatakan, ketertarikannya terhadap barang jadul mulai tumbuh sejak 2005. Ketertarikan itu berawal dari kegemarannya terhadap seni dan kunjungan ke berbagai museum di luar daerah.

“Awalnya memang ada jiwa seni. Sering ke luar kota melihat museum, akhirnya timbul keinginan untuk membuat koleksi jadul,” ujarnya dalam Obrolan Komunitas, Minggu, 23 Agustus 2026.

Kini, lebih dari 100 benda tersimpan di Musi Djadoel Gallery. Koleksi tersebut antara lain radio tabung, sepeda ontel, mesin jahit, kulkas, gramofon, mesin tik hingga kamera kayu.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah radio tabung Philips produksi sekitar tahun 1960-an. Radio tersebut masih dapat berfungsi dan menjadi salah satu benda yang dirawat secara khusus.

“Nilai sebuah barang jadul tidak hanya ditentukan oleh harga. Sejarah, keaslian dan kondisi benda menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor,” jelasnya.

Ia juga memiliki berangkas peninggalan era Belanda yang ditemukan di Palembang. Pada bagian emblem berangkas terdapat tulisan Palembang yang menunjukkan benda tersebut dibuat berdasarkan pesanan dari masyarakat Palembang.

“Kalau kita sudah menjiwai, karena seni dan sejarahnya, daya tarik barang ini luar biasa,” katanya.

Musi Djadoel Gallery juga menyimpan mesin tik yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1930-an. Selain itu terdapat kamera kayu yang telah berpindah tangan melalui beberapa generasi keluarga di Palembang.

Amir berharap masyarakat tidak mengabaikan barang lama yang masih memiliki nilai sejarah. Menurutnya, benda-benda tersebut dapat menjadi media untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.

“Harapan kita, masyarakat mencintai sejarah. Teknologi boleh berkembang, tetapi sejarah jangan sampai hilang,” ujarnya. Musi Djadoel Gallery dijadwalkan memperingati hari jadinya yang ke-12 pada 25 Agustus 2026. Berbagai koleksi jadul rencananya akan dipamerkan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....