Film Jadi Inspirasi Dandi Riyadi Memulai Dunia Menulis

  • 31 Agt 2026 05:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tidak semua penulis memulai perjalanan kreatifnya dari membaca buku, karena inspirasi cerita dapat tumbuh dari berbagai pengalaman dan sumber yang beragam.
  • Dandi Riady Ramadhan, anggota dan penggagas Palembang Writers Club, menggunakan film sebagai pintu awal untuk mengembangkan imajinasi dan ketertarikannya terhadap cerita.
  • Imajinasi yang berkembang dari kegemaran menikmati cerita, film, atau kegemaran lain dapat mendorong seseorang untuk mulai menuangkan gagasan ke dalam tulisan tanpa perlu membaca buku secara intensif terlebih dahulu.

RRI.CO.ID, Palembang -Tidak semua penulis memulai perjalanan kreatifnya dari membaca buku, karena ide cerita tulisan bisa tumbuh dari berbagai pengalaman dan sumber inspirasi dan karya. Imajinasi yang berkembang dari kegemaran menikmati beragam cerita, film atau kegemaran lain dapat mendorong seseorang untuk mulai menuangkan gagasan ke dalam tulisan.

Bagi Dandi Riady Ramadhan, film justru menjadi pintu awal untuk membangun imajinasi dan ketertarikannya terhadap cerita. Anggota sekaligus penggagas Palembang Writers Club (PWC) ini mengaku mulai tertarik menulis sebelum memiliki kebiasaan membaca buku secara intensif.

Dandi mengatakan dalam keterangan di Obrolan Komunitas Pro 4 RRI, film yang ditontonnya sering memunculkan gagasan untuk membuat cerita sendiri. Salah satu pengalaman yang paling diingatnya terjadi setelah menonton film The Lord of the Rings.

“Dari film tersebut, muncul keinginan untuk menciptakan cerita dengan latar dunia fantasi dan sejarah,” ujarnya, Minggu, 16 Agustus 2026.

Ketertarikannya terhadap kepenulisan kemudian semakin berkembang setelah ia mulai membaca berbagai karya sastra. Salah satu buku yang memberikan pengaruh terhadap proses kreatifnya adalah The Great Gatsby karya F. Scott Fitzgerald.

Menurut Dandi, karya tersebut memberikan pengalaman berbeda dalam memahami bagaimana sebuah cerita dapat membangun karakter, konflik hingga obsesi tokoh. Dalam proses menulis, Dandi mengaku tantangan terbesar justru muncul ketika ide datang secara tiba-tiba.

“Ide bisa muncul ketika sedang berbincang dengan teman, berkumpul maupun melakukan aktivitas sehari-hari. Karena itu, ia berusaha mencatat gagasan tersebut agar tidak hilang,” ungkapnya,

Namun, mencatat ide belum selalu membuat proses menulis menjadi mudah. Ketika kembali membuka laptop untuk mengembangkan konsep menjadi cerita, terkadang ia justru mengalami kebuntuan.

“Kadang konsepnya sudah ada, tetapi ketika di depan laptop untuk membuat isi dan ide tulisannya, tiba-tiba bingung,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Dandi melihat pentingnya komunitas sebagai tempat bertukar gagasan. Melalui PWC, ia dapat berdiskusi sekaligus mendapatkan masukan dari sesama penulis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....