Palembang Writers Club Buka Ruang Menulis Lintas Generasi
- 29 Agt 2026 07:29 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Palembang Writers Club (PWC) resmi terbentuk pada 11 April 2026 sebagai komunitas menulis yang terbuka untuk semua kalangan tanpa batasan usia atau latar belakang.
- Komunitas ini menganut prinsip inklusif dengan anggota yang beragam, tidak terbatas pada mahasiswa atau kalangan anak muda saja.
- Fatimah Az Zahra sebagai salah satu penggagas PWC menekankan bahwa menulis tidak memiliki batasan, menjadikan komunitas ini ruang belajar yang demokratis bagi semua orang yang tertarik dengan dunia kepenulisan.
RRI.CO.ID, Palembang - Menulis tidak mengenal batas usia maupun latar belakang. Prinsip itu menjadi semangat Palembang Writers Club (PWC) dalam membuka ruang belajar bagi siapa saja yang memiliki minat terhadap dunia kepenulisan.
Dalam Obrolan Komunitas, Salah satu penggagas PWC, Fatimah Az Zahra, mengatakan komunitas yang resmi terbentuk pada 11 April 2026 tersebut bersifat inklusif. Anggotanya tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa atau anak muda.
Menurut Zahra, PWC juga diikuti pelajar SMA, lulusan sekolah yang sedang mencari perguruan tinggi hingga ibu rumah tangga. Bahkan, terdapat anggota berusia lebih dari 40 tahun.
“Tidak ada umur terlalu muda atau terlalu tua untuk belajar,” ujarnya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Zahra menjelaskan, anggota PWC bebas membawa minat dan jenis tulisan masing-masing. Mereka dapat menulis novel, cerita pendek, naskah film maupun bentuk tulisan lainnya.
Konsep tersebut membuat PWC tidak hanya menjadi tempat berkumpul bagi penulis pemula, tetapi juga ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
Dalam kegiatan komunitas, anggota dapat mengikuti pekan belajar maupun kegiatan permainan yang tetap memiliki unsur pembelajaran. Peserta juga tidak diwajibkan membawa tulisan dari rumah.
“Mereka yang belum memiliki tulisan dapat langsung belajar dan menulis bersama anggota lain ketika pertemuan berlangsung,” ungkapnya.
Zahra sendiri mulai mengenal dunia literasi sejak sekolah dasar. Ketertarikannya terhadap menulis semakin berkembang sejak SMP hingga SMA dan kemudian ditekuni secara rutin ketika memasuki perguruan tinggi.
Selain menulis fiksi, Zahra tertarik pada politik, filsafat dan sastra. Ia juga mengembangkan tulisan nonfiksi berupa kritik sosial, ekonomi dan kebijakan.
Ia berharap PWC dapat terus menjadi ruang yang terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar menulis tanpa merasa dibatasi usia maupun pengalaman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....