Membaca Bersama Jadi Cara Perluas Wawasan

  • 13 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kelana Book Club, komunitas pecinta buku yang beranggotakan masyarakat Palembang, hadir dalam program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Komunitas tersebut terbentuk pada Mei 2023 dengan tujuan mengumpulkan teman-teman yang memiliki hobi membaca karena melihat belum banyak komunitas membaca aktif di Palembang.
  • Ketua Kelana Book Club, Dian Palupi, mengajak masyarakat Palembang untuk membangun kembali minat membaca melalui kegiatan komunitas yang telah berlangsung selama tiga tahun.

RRI.CO.ID, Palembang - Kelana Book Club mengajak masyarakat Palembang membangun kembali minat membaca. Komunitas yang beranggotakan pencinta buku tersebut hadir dalam program Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Palembang, Minggu, 9 Agustus 2026.

Ketua Kelana Book Club, Dian Palupi, mengatakan komunitas tersebut terbentuk pada 2023 karena melihat belum banyak komunitas membaca yang aktif di Palembang. "Kelana Book Club sudah tiga tahun sejak Mei 2023. Awalnya kami ingin mengumpulkan teman-teman yang memiliki hobi membaca," ujar Dian.

Menurutnya, Kelana Book Club tidak hanya menjadi wadah untuk membaca, tetapi juga mendorong masyarakat agar tertarik membaca melalui kegiatan di ruang publik. Komunitas menyediakan lapak baca dengan koleksi buku yang dapat dibaca anggota maupun masyarakat yang hadir dan anggota juga diperbolehkan membawa koleksi buku pribadi.

"Kami menyediakan lapak baca dan inventaris buku. Ketika membaca buku dilakukan di ruang publik, orang yang lewat juga bisa tertarik untuk membaca," katanya.

Pengurus Kelana Book Club, Ian, mengatakan dirinya telah bergabung sejak komunitas tersebut pertama kali berdiri pada Mei 2023. Ia mengaku memperoleh banyak pengetahuan mengenai berbagai genre dan jenis buku.

"Saya mulai membaca buku sejak pandemi 2020, tetapi belum terlalu memahami buku. Setelah bergabung dengan Kelana, saya mengenal berbagai genre, seperti fiksi dan nonfiksi," ujar Ian.

Sementara itu, anggota Kelana Book Club, Ayu Septari, menyebut komunitas tersebut menjadi ruang untuk menyalurkan hobi membaca sekaligus mendapatkan teman baru. Menurut Ayu, kegiatan Kelana tidak hanya berfokus pada membaca, tetapi juga berbagi pengalaman dan perspektif mengenai buku yang dibaca.

"Di Kelana ada membaca, tetapi lebih banyak sharing. Kami saling memberi tahu buku yang bagus, buku yang sedang dibaca, serta berbagi pengalaman dan sudut pandang," katanya.

Kelana Book Club menggelar pertemuan rutin dua minggu sekali. Kegiatan umumnya dilakukan di taman atau ruang terbuka, namun dapat berpindah ke kafe maupun tempat lain menyesuaikan kondisi cuaca dan ketersediaan lokasi.

Saat ini, grup WhatsApp Kelana Book Club telah memiliki lebih dari 150 anggota. Dalam setiap pertemuan, rata-rata 40 hingga 50 orang hadir. Anggotanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja hingga keluarga.

Dian menambahkan, keanggotaan Kelana Book Club bersifat terbuka dan tidak mewajibkan anggota hadir dalam setiap pertemuan. Masyarakat yang tertarik cukup mengikuti pertemuan dan mengisi formulir pendaftaran.

"Untuk masuk grup WhatsApp, biasanya setelah tiga kali mengikuti pertemuan. Teman-teman yang baru pasti akan merasa nyman karena di Kelana rasa kekeluargaan dan keramahan yang diutamakan,” katanya.

Sementara itu Ian sebagai pengurus juga melihat fenomena fear of missing out atau FOMO dapat diarahkan menjadi kebiasaan positif, termasuk dalam kegiatan membaca. "Kalau FOMO membaca, sebenarnya tidak apa-apa. Silakan FOMO yang positif," ujar Ian.

Kelana Book Club berharap kegiatan membaca tidak hanya menjadi aktivitas individual, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama melalui komunitas. Dengan berdiskusi dan bertukar perspektif, anggota diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membangun budaya literasi di Palembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....