Buku Syair Abdul Muluk Menjadi Bacaan dan Pelestarian Seni Dulmuluk
- 22 Jun 2026 06:34 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Pemerhati budaya sekaligus penulis buku, Mohammad Arfani, kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian seni tradisi Sumatera Selatan melalui peluncuran buku berjudul Konversi Syair Abdul Muluk Karya Raja Ali Haji dalam Episode Sultan Duri.
Buku tersebut merupakan karya ke-17 yang ditulis Arfani, sekaligus menjadi buku kelima yang lahir dari kegiatan penelitian dan pengabdiannya terhadap seni pertunjukan tradisional.
Menurut Arfani, penyusunan buku ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan seni pertunjukan Dul Muluk agar tetap dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Ini merupakan tanggung jawab moral saya kepada seni pertunjukan tradisional. Kita sebagai pemelihara budaya memiliki kewajiban untuk meninggalkan dokumentasi dan referensi bagi generasi berikutnya," ujarnya dalam obrolan Komunitas di RRI, kamis, 18 Juni 2026.
Arfani menjelaskan, penerbitan buku tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui program fasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan. Proposal yang diajukannya berhasil lolos seleksi sehingga memperoleh dukungan pendanaan untuk proses penyusunan hingga penerbitan.
Dalam buku tersebut, Arfani mengangkat satu episode penting dari Syair Abdul Muluk, yakni kisah perjuangan Siti Rafiah yang menyamar sebagai Sultan Duri demi menyelamatkan suaminya, Sultan Abdul Muluk.
Ia mengatakan, karya tersebut merupakan upaya mengonversi naskah sastra lama berbentuk syair menjadi naskah drama yang lebih mudah dipahami masyarakat modern.
"Tujuannya agar naskah ini bisa dipentaskan, diapresiasi, dan dibaca oleh generasi sekarang, termasuk Gen Z dan Gen Alpha. Ini juga menjadi pegangan bagi anak-anak muda yang ingin mempelajari dan mementaskan Dul Muluk," katanya.
Proses penulisan buku ini sendiri telah direncanakan sejak sekitar empat tahun lalu. Namun, Arfani mengaku membutuhkan waktu cukup panjang untuk menyempurnakan naskah agar tetap setia pada sumber aslinya tanpa menghilangkan nilai-nilai yang terkandung dalam karya Raja Ali Haji.
Sebagai rujukan utama, Arfani menggunakan naskah asli Syair Abdul Muluk yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Ia bahkan melakukan penelusuran langsung terhadap manuskrip tersebut untuk memastikan akurasi isi buku yang ditulisnya.
Melalui buku ini, Arfani berharap warisan sastra dan seni pertunjukan Dul Muluk dapat terus hidup, dikenal, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam memahami kekayaan budaya Nusantara, khususnya Sumatera Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....