Malam Kebudayaan PERDICI Angkat Kesenian Tradisional Sumsel
- 14 Sep 2026 08:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Sejumlah dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Intensive Care Indonesia (PERDICI) menampilkan kesenian tradisional Sumatera Selatan, Dulmuluk, dalam Malam Kebudayaan di Griya Agung Palembang, Jumat, 11 September 2026 malam.
Pementasan Dulmuluk menjadi salah satu rangkaian Malam Kebudayaan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-17 PERDICI. Para dokter yang sehari-hari bekerja menangani pasien di ruang perawatan intensif tersebut tampil langsung dalam lakon Dulmuluk.
Selain Dulmuluk, acara juga diisi paduan suara dan sejumlah tari tradisional Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda PERDICI selama pelaksanaan pertemuan ilmiah tahunan di Palembang.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengapresiasi keterlibatan para dokter dalam menampilkan kesenian daerah. Menurutnya, pertunjukan tersebut menunjukkan bahwa budaya lokal masih mendapat perhatian dari berbagai kalangan.
"Jadi sangat wajar dan relevan jika pertunjukan Dulmuluk malam ini menjadi bukti nyata bahwa budaya Sumsel masih tetap hidup, dicintai, dan dilestarikan oleh berbagai kalangan, termasuk oleh para pahlawan medis kita," puji Edward Candra dalam sambutannya.
Edward mengatakan, penyelenggaraan pertemuan ilmiah kedokteran berskala nasional yang disertai kegiatan kebudayaan juga sesuai dengan sejarah Palembang sebagai bagian dari pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan pada masa Kerajaan Sriwijaya.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-17 PERDICI ini. Saya mengajak seluruh peserta untuk turut mempelajari pesona tumbuh kembang kebudayaan di Sumatera Selatan selama berada di sini," tambahnya.
Anggota DPD RI asal Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga memberikan dukungan terhadap upaya pelestarian kesenian dan budaya lokal Sumatera Selatan.
Edward menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan kalangan profesional. Karena itu, kegiatan seperti Malam Kebudayaan dinilai dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kesenian Sumsel kepada masyarakat yang lebih luas.
"Semangat untuk menampilkan dan merawat budaya ini harus terus kita jaga dan lestarikan bersama," tutup Edward.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....