Kisah Yuli Mengembangkan Bisnis Pokat Kocok dari Nol

  • 29 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Berawal dari keinginan memanfaatkan stok buah alpukat yang melimpah, Yuli Wijayanty memulai usaha Pokat Kocok Ama Uli. Usaha yang dirintis sejak akhir 2018 tersebut perlahan berkembang dan menjadi salah satu bisnis kuliner yang dijalankannya hingga kini.

Perjalanan tersebut dibagikan Yuli saat berbincang dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Palembang edisi UMKM, Selasa, 22 September 2026. Ia mengaku awalnya usaha tersebut hanya dijalankan sebagai kegiatan sampingan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di rumah.

Bersama suaminya, Yuli kemudian melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan resep minuman alpukat yang sesuai dengan selera konsumen. Dari proses tersebut, Pokat Kocok Ama Uli terus dikembangkan dengan mengutamakan konsistensi rasa dan kualitas bahan baku.

Yuli mengatakan menjalankan usaha tidak semata-mata mengenai keuntungan, tetapi juga membutuhkan keberanian mencoba dan konsistensi dalam menjalankannya. Menurutnya, pelaku usaha harus mampu melihat peluang sekaligus terus melakukan inovasi agar produknya dapat bertahan.

“Berdagang itu bukan hanya soal profit, tetapi bagaimana kita konsisten dan berani mencoba inovasi produk,” ujarnya.

Selain membagikan kisah perjalanan bisnis, Yuli juga memberikan tips kepada masyarakat dalam memilih buah alpukat yang berkualitas. Menurutnya, warna kulit yang menghitam tidak selalu menunjukkan bahwa alpukat tersebut sudah matang dan memiliki kualitas terbaik.

Yuli menyarankan memilih alpukat dengan kulit yang mulus dan berwarna hijau gelap ketika ingin mendapatkan buah dengan kualitas baik. Ia juga mengingatkan pelaku usaha pemula untuk memahami jenis alpukat, seperti varietas Siger dan Pangeran, sebelum menentukan bahan baku. “Jangan hanya melihat alpukat dari warna kulitnya, karena kulit hitam belum tentu menunjukkan buah sudah matang dengan kualitas yang bagus,” jelasnya.

Dalam pengembangan usahanya, Yuli juga mendapat dukungan melalui keterlibatannya sebagai mitra binaan Rumah BUMN PT Pusri Palembang. Menurutnya, dukungan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi permodalan, tetapi juga memperluas jaringan dan pengetahuan dalam menjalankan bisnis.

Yuli menyebut kesempatan mengikuti berbagai expo dan bazar kuliner menjadi salah satu manfaat yang membantu memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas. Berbagai kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam mengelola usaha.

“Manfaat menjadi mitra binaan bukan hanya bantuan modal, tetapi juga jaringan, ilmu bisnis, serta kesempatan mengikuti expo dan bazar,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai ruang pembinaan dan jejaring yang tersedia untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, kolaborasi antara pelaku usaha dan berbagai pihak dapat membuka peluang baru sekaligus membantu UMKM menghadapi tantangan bisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....