Personal Branding Jadi Kunci Laraka Dimsum Gaet Konsumen

  • 05 Agt 2026 15:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Personal branding pemilik usaha memainkan peran sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen secara instan terhadap produk yang dijual.
  • Laras, pemilik Laraka Dimsum berusia 26 tahun, memulai usahanya dengan fokus pada citra diri yang kuat untuk mempercepat penjualan produknya.
  • Laraka Dimsum memiliki outlet produksi di Jalan Mayor Zeen Lorong Abadi Kalidoni Palembang dan outlet penjualan di depan RSIA Mama dan PS Mall Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Memulai usaha tidak selalu tentang seberapa besar modal yang dimiliki. Bagi Laras (26), pemilik Laraka Dimsum di Palembang, membangun kepercayaan konsumen menjadi bagian penting agar usaha yang dirintisnya dapat terus bertahan dan berkembang.

Laras memulai usaha kuliner sejak 2025. Berawal dari kegemarannya memasak dan mencoba berbagai inovasi makanan, ia sempat menjual seblak yang kala itu banyak digemari anak muda.

Namun, perjalanan usahanya kemudian berbelok. Laras memilih fokus mengembangkan dimsum hingga akhirnya lahirlah Laraka Dimsum.

“Saya memulai usaha sejak 2025, karena hobi memasak dan berinovasi. Usaha awal saya menjual seblak yang sangat digandrungi anak-anak muda, lalu saya beralih ke dimsum. Alhamdulillah hingga saat ini berjalan dengan baik sesuai harapan,” ungkap Laras saat berbincang dengan RRI Palembang dalam acara Teras UMKM, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Laras, salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan usaha bukan sekadar soal produksi maupun penjualan, tetapi bagaimana membangun personal branding.

Ia menyadari, konsumen tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga ketika memilih produk. Kepercayaan terhadap pemilik usaha dan bagaimana sebuah produk diperkenalkan kepada masyarakat juga ikut menentukan keputusan pembelian.

Karena itu, Laras memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk memperkenalkan Laraka Dimsum. Cara tersebut dinilainya efektif untuk menjangkau lebih banyak calon pelanggan sekaligus membangun kedekatan dengan pecinta kuliner.

Bagi Laras, keputusan menjadi wirausaha juga didorong keinginan mendapatkan waktu yang lebih fleksibel. Ia dapat mengatur aktivitas sesuai kebutuhan sekaligus menjalankan tujuan lain yang dianggap lebih penting, yakni membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya.

“Memilih berwiraswasta dikarenakan waktu yang lebih fleksibel, enak mengatur waktunya. Selain itu saya senang karena bisa bermanfaat dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang yang ada di sekitar saya,” ujarnya.

Kini, Laraka Dimsum telah mempekerjakan tujuh orang. Tiga orang bertugas melayani pelanggan di outlet, sementara empat lainnya membantu proses produksi di rumah produksi yang berada di Jalan Mayor Zeen, Lorong Abadi, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Produk Laraka Dimsum sendiri dipasarkan melalui outlet yang berada di depan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mama, di kawasan depan Palembang Square Mall.

Ada satu hal yang menurut Laras menjadi pembeda produknya, yakni seluruh dimsum dibuat sendiri. Tidak hanya isian, kulit dimsum pun diproduksi secara rumahan.

Keputusan membuat produk secara home made membuat Laras lebih mudah mengontrol bahan dan kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan.

“Semua dibuat sendiri, home made. Mulai dari kulit dimsum hingga dimsumnya semua dibuat sendiri sehingga saya sangat paham betul dengan kualitas dan juga cita rasanya,” kata Laras.

Dari sisi harga, Laraka Dimsum berusaha tetap menyasar konsumen dengan daya beli beragam. Satu paket dimsum kukus berisi empat buah dijual mulai Rp16 ribu, sedangkan dimsum mentai berisi enam buah dibanderol Rp34 ribu.

Menjaga harga tetap terjangkau menjadi tantangan tersendiri ketika harga bahan baku utama, terutama ayam, mengalami kenaikan.

Alih-alih menaikkan harga atau mengurangi ukuran dimsum, Laras memilih menekan margin keuntungan. Baginya, menjaga rasa dan kualitas produk jauh lebih penting untuk mempertahankan pelanggan.

“Keuntungan yang tipis tidak masalah, yang penting kualitas rasa tetap terjaga, agar customer tidak berpindah ke lain hati,” ujarnya.

Pilihan itu menjadi bagian dari cara Laras mempertahankan pelanggan sekaligus membangun citra Laraka Dimsum. Ia tidak ingin personal branding hanya berhenti pada bagaimana dirinya dikenal, tetapi juga tercermin dari produk yang diterima konsumen.

Dari usaha yang bermula dari hobi memasak, Laras kini tidak hanya mengembangkan bisnis kuliner. Laraka Dimsum juga menjadi ruang bagi orang-orang di sekitarnya untuk memperoleh pekerjaan dan penghasilan.

Bagi Laras, pertumbuhan usaha bukan hanya soal angka penjualan. Ada kepuasan tersendiri ketika usaha yang dibangun dari dapur rumah dapat berkembang, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....