Digitalisasi Bantu UMKM Pempek Feri Jangkau Konsumen Luas

  • 09 Sep 2026 08:58 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara pelaku UMKM di Palembang dalam strategi pemasaran produk mereka.
  • Pelaku UMKM pempek bernama Rika memanfaatkan media digital sejak awal untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada konsumen.
  • Tanpa memiliki pelatihan atau pengetahuan khusus tentang pemasaran, Rika belajar secara otodidak dengan memanfaatkan masukan dari teman dan keluarga.

RRI.CO.ID, Palembang - Digitalisasi membantu UMKM Pempek Feri memperluas pasar melalui pemasaran berbasis teknologi. Pemilik usaha, Rika, sejak awal memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk pempek kepada konsumen.

Rika mengungkapkan, saat memulai usaha dirinya belum memiliki pengetahuan khusus mengenai pemasaran. Ia belajar secara mandiri dengan menawarkan produk kepada keluarga dan teman terdekat.

“Kalau pertama kan kita belum ada pelatihan, belum ada pengetahuan sama sekali. Jadi secara otodidak, yang ditawarin pertama kali pasti teman-teman dan keluarga,” ujarnya dalam Dialog Ekonomi Digital RRI, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Rika, perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mudah. Ia menghadapi berbagai respons konsumen sebelum produknya mulai dikenal masyarakat. “Namanya risiko berdagang pasti ada plus minusnya,” katanya.

Karena tidak memiliki kedai fisik, Rika memilih pemasaran daring sebagai strategi utama sejak awal usaha. Ia memanfaatkan BlackBerry Messenger (BBM) dan Facebook untuk mengenalkan produk pempek kepada calon pelanggan.

“Mulai menawarkan pempek itu dari BBM. Dulu kan kita ada BBM, sama Facebook. Belum ada Instagram, belum segencar sekarang,” jelasnya.

Seiring perkembangan teknologi, Pempek Feri memperluas pemasaran melalui TikTok, Instagram, Facebook, serta marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Produk tersebut juga tersedia melalui layanan pesan antar makanan seperti ShopeeFood, GoFood, GrabFood, dan GrabMart.

Dari berbagai kanal digital yang digunakan, Rika menyebut WhatsApp Business menjadi media yang paling banyak menghasilkan penjualan. Google Bisnis juga membantu konsumen menemukan produk Pempek Feri melalui pencarian digital.

“Kalau untuk yang paling banyak penjualan itu WhatsApp Business. Nomor duanya dari Google Bisnis,” ungkap Rika.

Rika mengatakan pemanfaatan teknologi digital semakin terasa saat pandemi COVID-19. Perubahan kebiasaan masyarakat yang beralih ke transaksi online turut meningkatkan penjualan Pempek Feri. “COVID itu termasuk omzet yang paling tinggi pada saat itu karena orang mulai beralih dengan online,” ujarnya.

Menurut Rika, perkembangan teknologi membuat pelaku UMKM harus terus beradaptasi. Ia aktif mengikuti komunitas dan pelatihan agar mampu memahami perubahan strategi pemasaran digital.

“Kalau sekarang kita sudah ikut komunitas, banyak pelatihan-pelatihan dan itu kami harus belajar. Kalau tidak, pasti kami akan tertinggal,” katanya.

Rika berharap kemampuan memanfaatkan teknologi digital dapat membantu UMKM lokal berkembang lebih luas. Ia menilai produk daerah memiliki peluang besar dikenal masyarakat apabila mampu mengikuti perubahan cara pemasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....