Usia 75 Tahun, Hasan Basri Tetap Mengayuh Sepeda Jual Pempek
- 09 Sep 2026 09:04 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Hasan Basri, berusia 75 tahun, masih aktif bekerja mengayuh sepeda menjajakan pempek di Palembang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
- Meskipun menghadapi terik matahari yang ekstrem, semangat dan langkah Hasan tetap kuat dalam menjalankan rutinitas berjualannya setiap hari.
- Pempek Nek Anang yang dijajakan Hasan Basri merupakan upaya keras seorang lansia untuk tetap produktif dan mandiri secara ekonomi di tengah keterbatasan usia.
RRI.CO.ID, Palembang - Usia tidak menghentikan Hasan Basri untuk tetap bekerja mencari penghasilan di tengah aktivitas Kota Palembang. Pada usia 75 tahun, ia masih mengayuh sepeda menjajakan pempek keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Terik matahari Kota Palembang pada Kamis, 3 September 2026 tidak mengurangi semangat Hasan menjalankan rutinitasnya. Dengan langkah yang tetap kuat, ia membawa dagangan Pempek Nek Anang menyusuri jalanan mencari pelanggan.
Hasan mengatakan dirinya telah berjualan pempek sejak masih muda hingga sekarang. Ia memilih bertahan dengan usaha tersebut karena pempek merupakan makanan khas Palembang yang selalu memiliki peminat.
“Jualan pempek sudah lama, sejak saya muda sampai sekarang, karena pempek makanan khas Palembang yang selalu dicari oleh masyarakat Palembang, baik pagi, siang, sore hingga malam hari, jadi saya yakin pasti laku jualan pempek,” ungkap Hasan Basri.
Pempek Nek Anang menyediakan berbagai jenis pempek yang menjadi favorit masyarakat. Produk yang dijual meliputi pempek telur, pempek adaan, pempek tahu, dan pempek kulit.
Setiap hari Hasan mulai berdagang sejak pukul 06.30 WIB. Ia membawa sekitar 300 pempek yang biasanya habis terjual sebelum tengah hari atau sekitar pukul 12.00 WIB.
Hasan memperoleh dagangan dari pedagang pempek di kawasan Rawasari, depan PTC Mall Palembang. Dalam sekali pengambilan, ia mengeluarkan modal sekitar Rp650 ribu untuk membawa ratusan pempek yang akan dijual kembali.
“Pempek yang saya jual saya ambil dari Rawasari, sekali ngambil pempek 300 pempek dan seluruhnya habis terjual, dengan modal Rp650 ribu untuk 300 pempek, dari pempek yang terjual habis saya dapat upah Rp50 ribu sampai Rp70 ribu rupiah dalam sehari,” ujar Hasan Basri.
Bagi Hasan, aktivitas berdagang bukan hanya tentang mencari pendapatan, tetapi juga menjaga tubuh tetap aktif. Ia memilih bekerja daripada menghabiskan waktu di rumah tanpa kegiatan.
Menurutnya, bergerak dan berusaha memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Ia meyakini setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membawa hasil.
Prinsip tersebut membuat Hasan tetap menjalani profesinya meski menghadapi tantangan usia. Semangatnya menunjukkan bahwa kemandirian dapat terus dijaga melalui kerja keras dan kemauan untuk berusaha.
Perjalanan Hasan sebagai pedagang pempek keliling menjadi gambaran ketekunan pelaku usaha kecil di Palembang. Melalui Pempek Nek Anang, ia tetap mempertahankan mata pencaharian sekaligus menjaga tradisi kuliner khas daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....