Tips Mendorong UMKMN dengan Medsos

  • 22 Jun 2026 06:18 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kehadiran digital saja tidak cukup, UMKM harus aktif dan konsisten mengelola media sosial serta marketplace.
  • Pemanfaatan fitur digital secara maksimal seperti live streaming, affiliate, dan promosi dapat meningkatkan penjualan.
  • Analisis data dan evaluasi rutin diperlukan untuk memahami pelanggan dan mengukur efektivitas strategi pemasaran digital.

RRI.CO.ID, Palembang - Transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak cukup hanya dengan memiliki akun media sosial atau bergabung di marketplace. Yang lebih penting adalah bagaimana platform digital tersebut dimanfaatkan secara aktif, konsisten, dan strategis untuk meningkatkan penjualan serta memperluas pasar.

Fasilitator UMKM, Novi Risdayanti mengatakan bahwa masih banyak pelaku usaha yang menganggap media sosial hanya sebagai etalase online. Akibatnya, akun media sosial dibuat tetapi jarang diperbarui dan tidak dikelola secara optimal.

"Masih banyak UMKM yang sekadar hadir di digital. Yang penting punya Instagram, punya marketplace, atau punya akun TikTok. Padahal yang terpenting adalah bagaimana platform tersebut dimanfaatkan secara konsisten untuk mendukung penjualan," ungkapnya dalam Dialog Ekonomi Digital RRI, Jumat 12 Juni 2026.

Ia mengatakan, konsistensi dalam membuat konten menjadi salah satu faktor penting. Pelaku UMKM perlu rutin mengunggah konten, membagikan testimoni pelanggan, serta menjaga interaksi dengan calon konsumen agar kepercayaan terhadap produk tetap terbangun.

Selain itu, perkembangan fitur digital saat ini juga membuka banyak peluang baru bagi UMKM. Di platform seperti TikTok, misalnya, pelaku usaha dapat memanfaatkan fitur live streaming, TikTok Shop, hingga program afiliasi untuk meningkatkan transaksi.

"Kita tidak bisa hanya memiliki akun media sosial tanpa mempelajari fitur-fitur yang ada di dalamnya. Media sosial berkembang sangat cepat, sama seperti teknologi kecerdasan buatan atau AI yang terus mengalami perubahan setiap hari," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pola pemasaran dari mulut ke mulut yang selama ini menjadi andalan UMKM perlu dikombinasikan dengan strategi digital yang lebih terukur. Pelaku usaha dituntut untuk terus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.

Salah satu indikator yang mudah dilihat adalah aktivitas akun media sosial dan marketplace yang dimiliki. Akun yang tidak diperbarui dalam waktu lama akan menurunkan tingkat kepercayaan calon pembeli.

"Kalau postingan terakhir satu tahun lalu atau bahkan beberapa bulan lalu tanpa ada pembaruan, tentu calon pelanggan akan ragu untuk bertransaksi. Mereka ingin melihat bahwa usaha tersebut masih aktif dan melayani pelanggan," kata Novi.

Selain menjaga aktivitas akun, pelaku UMKM juga perlu memanfaatkan data digital untuk memahami karakteristik pelanggan. Informasi mengenai usia konsumen, kebiasaan belanja, hingga tren yang sedang diminati dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif.

"Anak muda misalnya, biasanya tertarik dengan giveaway, hadiah, atau program promosi tertentu. Karena itu strategi pemasaran harus disesuaikan dengan target pasar yang ingin dijangkau," ujarnya.

Novi juga menekankan pentingnya melakukan evaluasi secara berkala terhadap setiap aktivitas digital yang dilakukan. Pelaku usaha perlu mengukur peningkatan jumlah pelanggan, tingkat interaksi di media sosial, hingga kontribusi penjualan yang berasal dari marketplace maupun platform digital lainnya.

Pemanfaatan teknologi yang tepat, konsisten, dan berbasis data dapat membantu UMKM berkembang lebih efektif di era digital. Transformasi digital tidak hanya menjadi simbol kehadiran UMKM di dunia online, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....