Berawal dari Hobi Jualan, Pebri Bangun Istana Hijab

  • 22 Jun 2026 06:31 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kesuksesan usaha tidak selalu dimulai dari modal besar. Hal itu dibuktikan oleh Pebri Yanti, pemilik Istana Hijab Palembang yang merintis usahanya dari hobi berjualan sejak masih menjadi karyawan.

Pebri Yanti mengisahkan, setelah lulus sekolah dirinya sempat bekerja sebagai sales promotor telepon genggam di salah satu pusat perbelanjaan di Palembang. Namun, di sela pekerjaannya sebagai pegawai, ia tetap menyalurkan kegemarannya berdagang.

“Saya memang dari dulu suka jualan. Walaupun belum tentu laku, saya tetap senang berjualan. Awalnya saya menjual produk yang berhubungan dengan kebutuhan perempuan, seperti kosmetik,” ujarnya dalam keterangan bersama RRI Palembang, Kamis, 18 Juni 2026.

Melihat peluang yang besar di bidang fesyen muslimah, Pebri kemudian mendirikan Istana Hijab pada tahun 2015. Pada masa awal usaha, penjualan dilakukan secara langsung kepada teman-teman kuliah dan rekan kerja. Ia juga mulai memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya.

Saat itu layanan belanja daring belum berkembang seperti sekarang. Karena itu, Pebri memilih memberikan pelayanan lebih kepada pelanggan dengan mengantarkan langsung pesanan mereka.

“Dulu belum ada layanan antar seperti sekarang. Jadi saya sendiri yang mengantarkan pesanan ke tempat kerja pelanggan. Itu bagian dari pelayanan yang saya berikan,” katanya.

Berkat konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik, usaha yang dirintis Pebri sejak 2015 kini berkembang menjadi 15 cabang yang tersebar di Kota Palembang. Perkembangan tersebut didukung oleh kemampuan manajerial dan pengelolaan usaha yang diperolehnya melalui berbagai pelatihan serta keterlibatannya dalam komunitas UMKM.

“Pelayanan menjadi salah satu kunci utama perkembangan Istana Hijab hingga mampu dikenal luas masyarakat Palembang. Selain pelayanan, kualitas produk juga menjadi perhatian utama,” lanjutnya.

Pebri menjelaskan bahwa pemilihan hijab berkualitas harus dilakukan dengan teliti, termasuk melihat langsung proses produksi dan bahan yang digunakan. Menurutnya, banyak jenis kain hijab yang terlihat serupa, namun memiliki kualitas berbeda ketika digunakan dan dicuci berulang kali.

“Kalau memilih hijab harus memperhatikan bahannya. Ada yang mudah berbulu setelah beberapa kali dicuci, ada juga yang lebih tahan lama dan nyaman digunakan,” jelasnya.

Ia juga memberikan tips perawatan hijab sesuai jenis kain. Untuk bahan katun, hijab sebaiknya tidak disikat karena mudah berbulu. Sementara bahan voal lebih tahan, tetapi tetap perlu dicuci dengan lembut agar kualitasnya terjaga.

Bagi pemula yang baru belajar berhijab, Pebri menyarankan menggunakan hijab instan atau bergo karena lebih praktis dan mudah dikenakan. Setelah terbiasa, pengguna bisa mencoba hijab segi empat atau pashmina dengan bahan yang mudah dibentuk seperti paris dan voal.

Di Istana Hijab, tersedia berbagai pilihan bahan hijab, mulai dari voal, katun, viskos, hingga seruti babydoll. Dari berbagai jenis tersebut, bahan voal menjadi salah satu yang paling banyak diminati pelanggan karena nyaman dipakai dan mudah dibentuk.

Dengan mengutamakan kualitas produk serta pelayanan kepada pelanggan, Istana Hijab Palembang terus berkembang dan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan fesyen muslimah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....