UMKM Alvaro Angkat Cita Rasa Lokal lewat Inovasi Camilan

  • 09 Jul 2026 09:45 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Richard Ricana memulai usaha UMKM Alvaro sejak 2025 dengan fokus pada camilan lokal berkualitas tinggi berupa stik keju dan kue pancong crispy.
  • Produk Alvaro menggunakan strategi branding kuat dengan merek, jingle, dan tagline
  • Seluruh produk Alvaro diproses secara handmade dengan waktu produksi empat hingga enam jam setiap hari untuk menjaga kualitas dan cita rasa.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemilik Brand Snack Alvaro, Richard Ricana, terus mengembangkan camilan khas Palembang melalui inovasi produk yang mengikuti selera pasar. Upaya tersebut dibagikannya dalam program Santai Siang RRI Pro 2 Palembang , Senin, 29 Juni 2026.

Richard mengatakan usaha yang dirintis sejak 2025 berawal dari keinginannya menghadirkan camilan lokal yang dapat dinikmati setiap saat. Ia kemudian mengembangkan stik keju dan kue pancong crispy sebagai produk unggulan.

Menurut Richard, stik keju dibuat berdasarkan hasil riset untuk menghadirkan cita rasa yang sesuai dengan selera konsumen. "Kami ingin membuat produk yang sederhana, tetapi memiliki kualitas rasa yang bisa dinikmati semua kalangan," ujarnya.

Sementara itu, kue pancong crispy lahir dari gagasan mengolah jajanan tradisional menjadi produk yang lebih praktis dan tahan lama. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperluas minat masyarakat terhadap kuliner khas Palembang.

Richard juga menaruh perhatian besar pada strategi branding sejak awal usaha dirintis. Produk tersebut menggunakan merek Alvaro, lengkap dengan jingle dan tagline "Enak, Gurih, Nostalgia" sebagai identitas usaha.

Untuk memperkenalkan produknya, Richard menerapkan strategi pembagian sampel kepada kerabat dan sejumlah toko oleh-oleh di Palembang. "Branding harus dibangun sejak awal agar produk memiliki identitas yang mudah diingat masyarakat," katanya.

Seluruh produk Alvaro diproses secara handmade dengan waktu produksi sekitar empat hingga enam jam setiap hari. Menurut Richard, proses tersebut dilakukan agar kualitas dan cita rasa produk tetap terjaga.

Richard berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani berinovasi tanpa meninggalkan kekayaan kuliner daerah. "Jangan mudah menyerah ketika ditolak, karena setiap proses adalah bagian dari perjalanan membangun usaha," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....