Jangan Sampai Rugi, Pahami Pentingnya Menghitung HPP bagi Pelaku UMKM Kuliner

  • 24 Jul 2026 11:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang tepat menjadi kunci agar pelaku UMKM kuliner dapat menentukan harga jual dan memperoleh keuntungan yang optimal.
  • Pelaku usaha perlu menghitung seluruh biaya produksi secara rinci dan tidak hanya mengikuti harga pasaran karena setiap produk memiliki karakteristik yang berbeda.
  • Selain modal, mental yang kuat, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi dengan tren menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

RRI.CO.ID, Palembang - Pemilik usaha Miku Brownies, Ema Sumaya, membagikan pentingnya perhitungan Harga Pokok Produksi bagi pelaku UMKM kuliner. Kesalahan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dinilai menjadi masalah umum yang sering dialami pebisnis pemula.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam siaran Teras UMKM Pro 4 RRI Palembang pada Jumat, 17 Juli 2026. Ema mengatakan perhitungan HPP harus dilakukan secara detail sejak awal memulai usaha.

"Kesalahan yang sering terjadi itu kalau kita baru mau mulai usaha, dari HPP," ujar Ema. Ia menegaskan biaya bahan baku dan operasional seperti listrik dan gas tidak boleh diabaikan dalam perhitungan tersebut.

Menurutnya, kesalahan menghitung HPP di awal usaha dapat berdampak signifikan terhadap keuntungan yang diperoleh pelaku bisnis. Ema mengaku pernah mengalami hal tersebut saat mulai merintis usahanya.

"Dulu aku awal-awal enggak terlalu mentingin, ternyata bahan yang kita pakai beda," katanya. Ia menyebut perbedaan kualitas bahan baku turut memengaruhi besaran keuntungan yang seharusnya diperoleh.

Ema menegaskan pelaku usaha sebaiknya tidak sekadar mengikuti harga pasaran tanpa memperhitungkan biaya produksi masing-masing. Setiap usaha dinilai memiliki karakteristik bahan dan resep berbeda yang memengaruhi struktur biaya.

"Beda bahan, karena kita pakai bahan-bahan yang premium," ujarnya. Ia menyebut penggunaan cokelat premium menjadi salah satu faktor pembeda harga jual Miku Brownies dengan kompetitor sejenis.

Ema turut menekankan pentingnya keberanian dan mental yang kuat bagi pelaku UMKM yang baru memulai usaha. Modal usaha dinilai penting, namun kemauan belajar dan mengikuti tren pasar disebut menjadi faktor penentu keberlangsungan bisnis.

"Menurut aku yang paling penting itu sebenarnya memang di mental dan kemauan kita," katanya. Ia menegaskan fluktuasi omzet merupakan hal wajar yang harus dihadapi setiap pelaku usaha.

Ema berharap tips tersebut dapat membantu pelaku UMKM lain, khususnya di sektor kuliner, dalam mengelola bisnis secara lebih matang. Ia menegaskan perhitungan biaya yang tepat menjadi kunci menjaga keberlangsungan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....