Konten Organik dan Edukasi jadi Strategi Prioritas UMKM di Era Digital

  • 22 Jun 2026 06:21 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Strategi organik lebih efektif untuk UMKM karena membantu membangun pertumbuhan yang alami dan berkelanjutan tanpa bergantung pada iklan berbayar.
  • Konten konsisten dan edukatif seperti penjelasan produk, tutorial, atau manfaat produk dapat meningkatkan minat dan kepercayaan konsumen.
  • Interaksi dan respons audiens mudah dipantau, sehingga UMKM bisa memahami perilaku pelanggan dan mengoptimalkan strategi penjualan.

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk memprioritaskan strategi pemasaran organik yang konsisten dan berorientasi pada penjualan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif untuk membangun kepercayaan konsumen sekaligus menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.

Fasilitator UMKM, Novi Risdayanti, menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku usaha yang didampinginya lebih banyak memanfaatkan strategi organik dibandingkan promosi berbayar. Menurutnya, konten organik memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai respons audiens dan keterlibatan pelanggan.

"Kalau organik, kita bisa melihat siapa yang menonton dan berapa banyak yang melihat konten yang kita buat," ujarnya. "Selain itu, kita juga dapat mengetahui bagaimana respons audiens terhadap produk yang kita tawarkan." ungkap Novi dalam Dialog Ekonomi Digital RRI, Jumat 12 Juni 2026.

Ia menilai, kunci utama keberhasilan pemasaran digital secara organik adalah konsistensi dalam membuat konten yang relevan dengan kebutuhan pasar. Konten tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan edukasi kepada calon pelanggan.

Sebagai contoh, Novi yang mengembangkan produk makanan sehat memanfaatkan konten edukatif untuk menjelaskan keunggulan produknya kepada masyarakat. Informasi mengenai kandungan kalori, manfaat kesehatan, hingga keunggulan produk seperti bebas gluten menjadi materi yang rutin disampaikan melalui media digital.

"Konten edukasi membantu masyarakat memahami alasan mengapa suatu produk layak dikonsumsi. Dengan begitu, calon pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga memahami manfaatnya," katanya.

Selain edukasi, pelaku UMKM juga dapat membuat berbagai variasi konten yang sederhana namun menarik, seperti tutorial penggunaan produk, cara memasak, atau ide kreasi yang memanfaatkan produk tersebut. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan jangkauan audiens tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Menurut Novi, konten yang dibuat secara alami dan konsisten sering kali menghasilkan eksposur yang lebih luas. Dampaknya dapat terlihat dari meningkatnya jumlah pesan yang masuk melalui media sosial maupun aplikasi pesan bisnis dari calon pelanggan yang tertarik untuk melakukan pembelian.

Ia juga mengingatkan agar pelaku UMKM tidak terlalu fokus pada cara instan seperti membeli pengikut atau hanya mengandalkan iklan berbayar. Pertumbuhan yang dibangun secara organik dinilai lebih sehat karena didukung oleh audiens yang benar-benar tertarik terhadap produk yang ditawarkan.

"Yang terpenting adalah membangun kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan. Kalau kontennya konsisten dan bermanfaat, pertumbuhan usaha akan terjadi secara alami," jelasnya.

Meski demikian, Novi mengakui masih banyak pelaku UMKM yang merasa ragu untuk memulai transformasi digital. Kekhawatiran terhadap kegagalan dan ketidakpastian hasil sering menjadi alasan utama. Namun, menurutnya, keberanian untuk memulai dan belajar secara bertahap menjadi langkah penting agar UMKM mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....