Chocobelly Viral di TikTok, Jadi Buruan Pengunjung Kambang Iwak
- 04 Jul 2026 23:24 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Chocobelly, jajanan berbahan stroberi segar dan lelehan cokelat, ramai diburu pengunjung Kambang Iwak, Palembang.
- Chocobelly dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp30 ribu hingga Rp45 ribu.
- Selain Chocobelly, varian Dubai Chocoberry menjadi menu favorit karena menawarkan cita rasa yang berbeda.
RRI.CO.ID, Palembang - Chocobelly, jajanan berbahan dasar stroberi segar dengan siraman cokelat, mulai diminati pengunjung kawasan Kambang Iwak, Palembang. Popularitas camilan tersebut meningkat setelah ramai diperbincangkan di media sosial TikTok, Jumat, 3 Juli 2026.
Produk ini menawarkan potongan stroberi segar yang dipadukan dengan lelehan cokelat dan beberapa pilihan varian rasa. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp45 ribu per cup, menyesuaikan jenis topping dan varian yang dipilih pembeli.
Penjual Chocobelly, Andrew, mengatakan ide usaha tersebut muncul setelah melihat tren Chocoberry yang viral di berbagai platform media sosial. Melihat tingginya minat masyarakat, ia memutuskan menghadirkan produk serupa di Palembang dengan sentuhan dan variasi rasa yang berbeda.
"Baru satu minggu berjualan, respons masyarakat sudah cukup baik dan pengunjung yang datang terus bertambah," ujarnya.
Menurut Andrew, kawasan Kambang Iwak dipilih karena menjadi salah satu ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama kalangan muda. Lokasi tersebut dinilai sesuai dengan target pasar utama Chocobelly, yakni generasi muda yang aktif mengikuti tren kuliner.
Selain varian reguler, menu Dubai Chocobelly menjadi pilihan yang paling banyak diminati pelanggan. Varian tersebut menawarkan kombinasi rasa yang berbeda sehingga mampu menarik perhatian pembeli yang ingin mencoba pengalaman baru.
Dalam satu hari, penjualan Chocobelly dapat mencapai sekitar 100 cup. Jumlah tersebut biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama pada malam Sabtu dan malam Minggu ketika kawasan Kambang Iwak dipadati pengunjung.
Antusiasme konsumen juga dipengaruhi oleh paparan konten di media sosial. Banyak pembeli mengaku mengetahui keberadaan Chocobelly melalui video yang beredar di TikTok.
Salah seorang pembeli, Salsa, mengaku tertarik mencoba produk tersebut setelah melihat ulasan di media sosial. "Menurut saya cukup sepadan dengan harganya. Perpaduan rasanya unik dan menarik. Saya pertama kali mengetahui Chocobelly dari TikTok," katanya.
Andrew berharap usaha yang dirintisnya dapat terus berkembang dan diterima lebih luas oleh masyarakat. Ia juga mendorong generasi muda untuk berani memulai usaha dan memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan tren digital.
Menurutnya, kreativitas dan keberanian mengambil peluang menjadi modal penting bagi anak muda untuk membangun usaha secara mandiri di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin dipengaruhi media sosial.
Laporan Ayu Siti Fatimah, mahasiswa magang Fakultas Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....