Pinas, Inovasi Oleh-Oleh Khas Palembang
- 09 Mei 2026 16:34 WIB
- Palembang
Poin Utama
- UMKM Palembang menghadirkan inovasi oleh-oleh baru berupa pie nanas Pinas
- Sejarah panjang pie nanas di Palembang berawal dari budaya Eropa dan Amerika
- Produk menggunakan bahan baku nanas khas Prabumulih untuk menjaga kualitas rasa
RRI.CO.ID, Palembang - Dominasi oleh-oleh gurih seperti pempek dan kemplang mulai diimbangi inovasi kuliner baru di Palembang. Pelaku UMKM kini menghadirkan pie nanas sebagai alternatif oleh-oleh khas daerah.
Produk bernama Pinas tersebut dikembangkan Lia sejak Desember 2025 melalui usaha rumahan. Inovasi kuliner itu diperkenalkan dalam program Santai Siang PRO 2 RRI Palembang, Selasa, 5 Mei 2026.
Lia menjelaskan produk tersebut berawal dari resep warisan keluarga yang kemudian dikembangkan menjadi sajian modern. Menurutnya, pie nanas juga memiliki keterkaitan sejarah dengan kuliner tradisional Sumatera Selatan.
| Baca juga: Omokase Hadirkan Pempek Ala Jepang |
“Pie nanas ini memiliki sejarah panjang sebagai makanan tradisional Sumatera Selatan,” ujarnya. Ia menilai produk tersebut tidak sekadar oleh-oleh, tetapi juga bagian dari identitas budaya Palembang.
Menurut Lia, pie nanas lahir dari perpaduan budaya yang berkembang di Palembang sejak lama. Kulit pie disebut berasal dari tradisi kuliner Eropa sementara nanas menjadi komoditas lokal utama.
“Pinas lahir dengan latar sejarah dan identitas bahan lokal yang kuat,” tuturnya. Nanas dinilai menjadi simbol penting dalam memperkuat karakter kuliner tersebut.
Saat ini bahan baku selai nanas didatangkan khusus dari Prabumulih. Lia menyebut nanas daerah tersebut memiliki serat dan kadar air yang sesuai untuk produksi selai premium.
Keunggulan bahan baku itu dinilai menghasilkan tekstur selai yang lebih lembut dan stabil. Konsistensi kualitas rasa menjadi perhatian utama dalam pengembangan produk Pinas.
“Kami pernah mencoba menggunakan nanas lain, tetapi hasilnya tidak sebaik nanas Prabumulih,” katanya. Sejak saat itu seluruh produksi menggunakan bahan baku dari daerah tersebut.
Produksi pie nanas hingga kini masih dilakukan secara rumahan dengan standar operasional yang ketat. Seluruh produk juga dikemas menggunakan teknik vakum agar lebih tahan lama.
Teknik pengemasan tersebut membuat Pinas mampu bertahan hingga satu bulan pada suhu ruang. Kualitas rasa dan tekstur selai disebut tetap terjaga selama masa penyimpanan.
Lia menegaskan seluruh resep dan takaran dibuat secara terukur untuk menjaga kualitas produk. “Resep dan takaran sangat penting untuk mempertahankan kualitas rasa,” tegasnya.
Saat ini Pinas dipasarkan melalui Instagram @pinas.official dan layanan pemesanan daring. Produk tersebut juga mulai tersedia di sejumlah gerai kuliner di Palembang sebagai oleh-oleh khas daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....