Kain Perca: Mengubah Limbah Menjadi Karya Seni yang Bernilai Ekonomi
- 19 Mar 2026 10:11 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Kain perca, yang dulunya dianggap sebagai limbah, kini menjadi bahan baku utama bagi banyak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) craft di Sumatera Selatan. Dengan kreativitas dan inovasi, kain perca diubah menjadi berbagai produk yang bernilai tinggi, seperti tas, dompet, aksesoris dan dekorasi rumah.
Salah satu contoh UMKM craft yang sukses adalah Hijrah Craft yang didirikan oleh Mita Febrianti, seorang ibu rumah tangga asal Betung, Sumatera Selatan. Dengan modal awal yang kecil, Mita memulai usahanya dengan membuat aksesoris dari kain perca.
Dalam perbincangan Dialog UMKM Bicara di PRO 1 RRI Palembang Senin, 16 Maret 2026 tersebut, Mita menceritakan awal mula berdirinya usaha Hijrah Craft yang berangkat dari kepedulian terhadap limbah kain. Ia mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul ketika berkunjung ke rumah temannya yang berprofesi sebagai penjahit. “Saya melihat sisa kain dibakar dan merasa sayang jika tidak dimanfaatkan,” ujarnya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Mita mulai mengumpulkan kain perca dari berbagai sumber. Ia menjelaskan bahwa bahan baku yang digunakan tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan dari beberapa penjahit. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan sekaligus mendapatkan variasi motif kain.
Mita juga menegaskan bahwa produknya lebih difokuskan pada pembuatan bros hijab. Produk tersebut dipilih karena memiliki nilai estetika sekaligus fungsional bagi konsumen. Ia melihat peluang pasar yang cukup besar untuk aksesoris hijab yang unik dan berbahan daur ulang.
Dalam proses produksi, Mita menyampaikan bahwa waktu pembuatan sangat bergantung pada tingkat kesulitan desain. “Kalau modelnya simpel, bisa dibuat dalam waktu sekitar lima menit,” jelasnya. Namun untuk desain yang lebih kompleks, tentu membutuhkan waktu dan ketelitian yang lebih tinggi.
Dengan dukungan yang tepat, usaha UMKM craft dari kain perca dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah dan meningkatkan ekonomi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....