Melalui Kriya Kite Indonesia, Aziza Berdayakan Perempuan Lokal

  • 17 Jun 2026 23:20 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Krya Kite Indonesia memberdayakan perempuan lokal Banyuasin melalui produksi berbagai produk turunan kain jumputan gambo sebagai bentuk wirausaha sosial.
  • Keaktifan Aziza dalam organisasi dan kegiatan kerelawanan sejak sekolah menjadi bekal penting dalam membangun jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial.
  • Aktivitas positif dan produktif dapat menjadi sarana pengembangan diri, sekaligus mendorong generasi muda untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

RRI.CO.ID, Palembang - Masa muda menjadi waktu yang tepat untuk belajar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Hal itulah yang menjadi prinsip hidup Aziza Nurul Amanah hingga akhirnya mampu mendirikan Kriya Kite Indonesia, sebuah wirausaha sosial yang memberdayakan perempuan lokal di Kabupaten Banyuasin.

Dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Narkoba, Kamis, 4 Juni 2026, Aziza menceritakan bahwa perjalanan membangun usaha sosial tersebut tidak terlepas dari pengalaman panjangnya mengikuti berbagai kegiatan organisasi dan kerelawanan sejak usia sekolah.

"Kriya Kite Indonesia adalah wirausaha sosial yang mana kita memberdayakan para pengrajin, yaitu perempuan lokal yang ada di Kabupaten Banyuasin untuk membuat produk turunan dari kain jumputan gambo," ujarnya.

Melalui Kriya Kite Indonesia, Aziza tidak hanya berupaya melestarikan warisan budaya daerah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program yang dijalankannya membuka peluang bagi perempuan lokal untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.

Aziza mengaku semangat untuk membangun usaha sosial muncul dari kebiasaannya terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Sebelum menjadi founder, ia aktif mengikuti program kerelawanan baik di bidang pendidikan maupun kegiatan sosial lainnya.

"Dulu baik relawan sebelum jadi founder, aku lebih banyak mobilitas di relawan nasional, relawan pendidikan," katanya.

Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam melihat berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Baginya, setiap masalah yang ditemukan harus diiringi dengan upaya mencari solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar.

Menurut Aziza, pengalaman berorganisasi sejak sekolah menjadi bekal yang sangat berharga. Keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, dan memimpin yang diperoleh dari organisasi ternyata sangat membantu ketika dirinya kembali ke kampung halaman dan mulai membangun berbagai program pemberdayaan.

"Sejak zaman sekolah sudah aktif di berbagai organisasi yang ternyata efeknya baru terasa saat sudah balik kampung. Ternyata leadership itu sangat berguna di kampung, melihat problem yang ada di daerah kemudian bagaimana mencarikan solusinya sambil terus bertumbuh dan belajar," ungkapnya.

Aziza berharap semakin banyak generasi muda yang berani terlibat dalam kegiatan sosial, organisasi, maupun kewirausahaan. Menurutnya, masa muda tidak seharusnya dihabiskan tanpa arah, melainkan menjadi momentum untuk mengasah kemampuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baginya, setiap pengalaman yang diperoleh melalui aktivitas positif akan menjadi investasi berharga di masa depan. Semakin banyak anak muda yang aktif berkarya, semakin besar pula peluang lahirnya solusi-solusi kreatif untuk menjawab berbagai tantangan di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....