HUT ke-81 RI Dongkrak Aktivitas Ekonomi, UMKM Diminta Jaga Pelanggan

  • 21 Agt 2026 07:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Perayaan 17 Agustus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui peningkatan mobilitas, transaksi, dan kegiatan perdagangan, kuliner, transportasi, serta akomodasi.
  • BPS belum dapat mengukur secara khusus peningkatan omzet UMKM akibat perayaan 17 Agustus karena diperlukan survei sebelum, selama, dan setelah momentum perayaan.
  • UMKM didorong memanfaatkan pelanggan dan keuntungan selama 17 Agustus untuk memperluas pasar, mempertahankan pelanggan, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

RRI.CO.ID, Palembang – Perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung 17 Agustus 2026 turut meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di Sumatera Selatan. Berbagai kegiatan seperti bazar, festival, kuliner, dan perlombaan mendorong transaksi serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan pelanggan baru.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sumatera Selatan, Nurhariyadi, mengatakan peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari mobilitas masyarakat selama momentum perayaan dan libur panjang. Sejumlah sektor yang berpotensi terdorong antara lain transportasi, akomodasi, perdagangan, serta penyediaan makanan dan minuman.

Menurut Nurhariyadi, BPS belum dapat menghitung secara khusus seberapa besar peningkatan omzet UMKM yang terjadi akibat perayaan 17 Agustus. Hal tersebut karena data BPS dikumpulkan dalam periode bulanan dan triwulanan sehingga diperlukan survei khusus terhadap pelaku usaha untuk membandingkan kondisi sebelum, selama, dan setelah perayaan.

“Kalau kita mau mengukur itu perlu survei lebih lanjut lagi, apakah benar-benar terjadi perubahan baik dari omzet maupun penjualannya,” ujar Nurhariyadi dalam dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sementara itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Fatah Palembang, Rachmania menilai dampak ekonomi perayaan 17 Agustus tidak seharusnya berhenti ketika kegiatan selesai. Momentum tersebut dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperkenalkan produk, mengumpulkan pelanggan, serta membangun jaringan usaha yang dapat mendukung penjualan setelah perayaan.

Rachmania mengatakan pelaku usaha perlu mengubah peningkatan permintaan yang sifatnya sementara menjadi peluang usaha yang berkelanjutan. “Dampak jangka panjang itu muncul kalau 17 Agustus ini digunakan untuk membangun pasar,” kata Rachmania.

Pasca perayaan, pedagang musiman juga disarankan tidak bergantung pada satu momentum dan segera mengalihkan modal maupun produk ke peluang usaha berikutnya. Keuntungan yang diperoleh dapat disisihkan sebagai modal, sementara stok yang tersisa dapat didiskon, diolah kembali, atau disesuaikan dengan kebutuhan pada momentum lain.

Rachmania juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan WhatsApp, Instagram, dan TikTok untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan yang diperoleh selama perayaan. Strategi tersebut dinilai penting agar transaksi yang terjadi selama 17 Agustus dapat berkembang menjadi hubungan usaha dan penjualan yang berkelanjutan.

Nurhariyadi turut menambahkan, UMKM memiliki posisi penting dalam perekonomian Sumatera Selatan karena berperan menciptakan lapangan kerja dan menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, keberlanjutan UMKM setelah momentum perayaan menjadi bagian penting dalam mendorong perekonomian daerah agar tidak hanya bergantung pada peningkatan transaksi yang bersifat sesaat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....