Kapal Telok Abang Warnai Tradisi 17 Agustus di Palembang
- 10 Agt 2026 13:05 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Mainan tradisional telok abang berupa kapal-kapalan dan pesawat berhias telur merah masih diminati anak-anak di Palembang menjelang perayaan 17 Agustus.
- Pedagang Endra menyediakan berbagai bentuk mainan telok abang sesuai dengan minat dan selera anak-anak pembeli di kawasan KM 5 Palembang.
- Telok abang tetap menjadi bagian penting dari tradisi dan budaya lokal Palembang dalam memeriahkan perayaan hari kemerdekaan Indonesia.
RRI.CO.ID, Palembang - Permainan kapal-kapalan dan pesawat berhias telur merah kembali mewarnai suasana menjelang perayaan 17 Agustus di Palembang. Mainan tradisional yang dikenal sebagai telok abang itu masih diminati anak-anak di Palembang.
Endra, salah satu pedagang yang menjual kapal dan pesawat telok abang di kawasan KM 5 Palembang. Ia menyediakan berbagai bentuk mainan sesuai minat anak-anak yang menjadi pembelinya.
Mainan tersebut dijual Rp60 ribu per unit, termasuk hiasan telur berwarna merah. Menurut Endra, telur yang digunakan merupakan telur biasa yang kemudian diberi warna merah.
"Biasanya kami jual Rp60 ribu, sudah sama telok abangnyo. Warno telok abangnyo dari pewarna makanan yang dikuaske telor rebus," ujar Endra saat diwawancarai, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Endra mengatakan modal untuk membuat atau mendapatkan satu unit mainan mencapai Rp35 ribu. Ia memperoleh pasokan mainan tersebut dari kawasan Silabranti, Plaju.
Menurut Endra, bentuk mainan yang paling banyak dibeli bergantung pada ketertarikan masing-masing anak. Namun, biasanya anak-anak banyak yang memilih bentuk pesawat terbang.
"Kami jual ada yang bentuk kapal samo pesawat, dari ukuran kecil hingga besar. Bentuk pesawat yang paling banyak dibeli oleh anak-anak," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pembeli kapal Telok Abang, Raffi, mengatakan membeli kapal tersebut untuk bermain bersama teman-temannya. Ia memilih kapal Telok Abang karena mainan khas Palembang itu hanya tersedia menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus.
"Saya beli yang kapal telok abang ini untuk main sama kawan-kawan. Mainan ini kan cuma ada setahun sekali pas 17 Agustus," katanya.
Pembeli lainnya, Dewi, menilai mainan tersebut turut menghadirkan nuansa kebangsaan dalam perayaan kemerdekaan. Menurutnya, unsur lokal pada permainan itu membuat semangat perayaan terasa lebih kuat.
“Menurut saya, kapal Telok Abang ini tidak hanya menjadi mainan, tetapi juga menghadirkan nuansa kebangsaan dalam perayaan kemerdekaan. Unsur lokal yang ada pada permainan ini membuat semangat perayaan kemerdekaan terasa lebih kuat,” ujarnya.
Keberadaan kapal dan pesawat Telok Abang menjelang perayaan 17 Agustus menjadi salah satu tradisi khas Palembang yang masih bertahan hingga kini. Selain menjadi hiburan bagi anak-anak, mainan tersebut turut menjadi bagian dari semarak perayaan kemerdekaan sekaligus memperkenalkan unsur budaya lokal kepada generasi muda.
Laporan Anggara Firga Pradivta, Mahasiswa Magang, Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Raden Fatah Palembang
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....